|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Produksi Karet Malaysia Anjlok, Pasar Global Masih Dibayangi Lemahnya Permintaan

Produksi Karet Malaysia Anjlok, Pasar Global Masih Dibayangi Lemahnya Permintaan

Medan, 14 April 2026 – Produksi karet alam Malaysia pada Februari 2026 mengalami penurunan tajam, memperkuat sentimen kehati-hatian di pasar global yang masih dibayangi lemahnya permintaan industri hilir, khususnya sektor otomotif.

Berdasarkan data resmi Departemen Statistik Malaysia yang dirilis 13 April, produksi karet alam tercatat turun menjadi 2,17 juta ton, dari posisi Januari sebesar 2,86 juta ton, atau merosot 24,1% secara bulanan. Secara tahunan, penurunan bahkan lebih dalam, yakni 39,7% dibanding Februari 2025 yang mencapai 3,6 juta ton.

Di sisi lain, total persediaan karet justru meningkat 3,3% menjadi sekitar 139.985 ton. Sebagian besar stok dikuasai oleh pabrik pengolahan (78,5%), disusul konsumen industri (21,4%), dan perkebunan (0,1%).

Sementara itu, volume ekspor Malaysia pada Februari juga turun 20% menjadi 33.900 ton. China masih menjadi tujuan utama dengan porsi 48,9%, diikuti Jerman (17,8%), Uni Emirat Arab (10,1%), Portugal (3,5%), dan Brasil (3,2%). Kinerja ekspor ini terutama ditopang oleh produk turunan seperti sarung tangan, ban, dan benang karet.

Permintaan Global Masih Lemah

Tekanan terhadap pasar karet global tidak hanya berasal dari sisi pasokan. Laporan industri terbaru menunjukkan permintaan, khususnya dari sektor ban, masih cenderung lemah pada awal 2026.

Produsen ban global mencatat bahwa permintaan original equipment (OE) mengalami penurunan di berbagai kawasan, termasuk Amerika Utara dan Eropa, seiring perlambatan ekonomi dan turunnya insentif pembelian kendaraan di China.

Kondisi ini membuat pasar karet berada dalam fase “wait and see”, dengan pertumbuhan volume yang diperkirakan baru membaik pada paruh kedua tahun ini.

Pasokan Asia Masih Terbatas

Di sisi lain, dinamika pasokan dari kawasan Asia menunjukkan kecenderungan ketat. Hasil riset di wilayah Yunnan, China, memperkirakan produksi karet tahun 2026 hanya mengalami kenaikan terbatas.

Faktor utama yang menahan peningkatan produksi antara lain:

  • Keterbatasan tenaga kerja penyadap
  • Minimnya ekspansi lahan
  • Peralihan produksi ke lateks pekat yang lebih menguntungkan

Selain itu, kebijakan Laos yang membatasi ekspor bahan baku dan mendorong ekspor produk jadi turut memperketat suplai regional.

Harga Karet Pagi Ini Menguat Tipis

Sementara itu, pantauan harga karet global pada Selasa pagi (14/4) pukul 07.35 WIB menunjukkan pergerakan menguat tipis:

  • SICOM TSR20 (SGX) Mei 2026: 203,1 (+0,8)
  • RSS2 (SHFE) kontrak September: 16.825 (+95)

Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi penurunan produksi Malaysia dan ketidakpastian pasokan regional, meskipun masih dibatasi oleh lemahnya permintaan global.

Outlook: Pasar Masih Fluktuatif

Pelaku pasar menilai harga karet dalam jangka pendek akan bergerak fluktuatif, dipengaruhi oleh:

  • perkembangan cuaca di negara produsen,
  • kebijakan perdagangan regional,
  • serta pemulihan sektor otomotif global.

Jika permintaan belum pulih signifikan, kenaikan harga diperkirakan masih terbatas meski pasokan menunjukkan tanda-tanda pengetatan.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI