|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Pasokan BOKAR Anjlok Hingga 50%, Pabrik Karet Remah Tertekan Dampak Anomali Cuaca

Pasokan BOKAR Anjlok Hingga 50%, Pabrik Karet Remah Tertekan Dampak Anomali Cuaca

Medan, 20 April 2026 - 

Penurunan Pasokan Terjadi di Berbagai Sentra Produksi
Industri pengolahan karet remah (crumb rubber) di berbagai sentra produksi nasional tengah menghadapi tekanan serius akibat penurunan pasokan bahan olah karet rakyat (BOKAR) yang signifikan sejak awal April 2026. Di sejumlah wilayah, penurunan pasokan bahkan dilaporkan mencapai hingga 50 persen. Berdasarkan pantauan di lapangan, mayoritas pabrik mengalami gangguan pasokan dengan variasi penurunan yang cukup tajam, antara lain di Sumatera Utara sekitar 40–50 persen, Riau 30–50 persen, Sumatera Selatan sekitar 30 persen, Sumatera Barat sekitar 30 persen, Kalimantan Barat sekitar 10 persen, serta Kalimantan Selatan dan sekitarnya sekitar 10 persen. Kondisi ini terjadi merata sejak awal April dan masih berlangsung hingga saat ini.

Anomali Cuaca dan Krisis Penderes Memperparah Kondisi
Penurunan pasokan BOKAR tersebut terutama dipicu oleh anomali cuaca yang terjadi di berbagai wilayah sentra karet. Pola hujan yang tidak menentu, kelembapan yang menurun, serta periode kering yang lebih panjang dari normal menyebabkan produktivitas kebun karet menurun secara signifikan. Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya kasus kering alur sadap, sehingga banyak tanaman tidak dapat disadap secara optimal. Selain faktor iklim, industri juga menghadapi krisis tenaga penderes (tapper), baik akibat berkurangnya minat tenaga kerja maupun peralihan pekerja ke sektor lain. Secara fisiologis, tanaman karet sangat sensitif terhadap cekaman air, di mana penurunan kadar air tanah di bawah ambang optimal akan mengganggu proses fotosintesis dan aliran lateks, sehingga produksi menurun, bahkan dalam kondisi tertentu penyadapan harus dihentikan sementara untuk mencegah kerusakan permanen.

Operasional Pabrik Terganggu dan Persaingan Bahan Baku Meningkat
Dampak dari penurunan pasokan ini langsung dirasakan oleh pabrik crumb rubber yang tidak dapat beroperasi pada kapasitas normal. Sejumlah pabrik terpaksa melakukan penyesuaian jam operasional akibat keterbatasan bahan baku, sementara persaingan antar pabrik dalam memperoleh BOKAR semakin ketat. Situasi ini berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku di tingkat petani, meskipun volume yang tersedia tetap terbatas.

Harga Global Fluktuatif di Tengah Tekanan Pasokan
Di sisi lain, pergerakan harga karet di pasar global dalam sepekan terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Berdasarkan data, harga pada 13 April 2026 berada di level 202,6, stabil pada 14 April di angka yang sama, kemudian naik menjadi 203,5 pada 15 April dan sedikit melemah ke 203,4 pada 16 April, sebelum turun ke 201,2 pada 17 April 2026. Sementara itu, pantauan pagi ini pukul 08.05 WIB menunjukkan harga SICOM TSR20 kontrak Mei berada di level 201,9 atau naik 0,7 poin, sedangkan RSS3 di SHFE untuk kontrak paling aktif September tercatat di level 16.705 atau naik 95 poin. Kenaikan terbatas ini mencerminkan adanya sentimen dari sisi suplai, namun masih tertahan oleh kondisi permintaan global yang belum sepenuhnya pulih.

Analisis Fundamental: Supply Tertekan, Demand Masih Tertahan
Secara fundamental, pasar karet saat ini berada dalam tekanan yang berasal dari sisi suplai akibat gangguan produksi di tingkat hulu, namun belum diikuti dengan penguatan harga yang signifikan karena masih adanya ketidakpastian permintaan global, khususnya dari industri otomotif dan manufaktur ban. Selain itu, fluktuasi harga minyak mentah turut memengaruhi daya saing karet sintetis, sementara kondisi ekonomi global, termasuk tingkat suku bunga dan pertumbuhan industri di negara konsumen utama seperti China, juga menjadi faktor penahan. Dalam jangka pendek, pergerakan harga diperkirakan akan cenderung sideways dengan volatilitas tinggi, mengikuti perkembangan pasokan fisik dan dinamika cuaca.

Outlook: Risiko Berlanjut Hingga Puncak Kemarau
Dengan proyeksi musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2026, risiko penurunan produksi diperkirakan masih akan berlanjut hingga puncak kemarau pada Agustus. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa mitigasi yang memadai, tekanan terhadap pasokan BOKAR berpotensi semakin dalam. Oleh karena itu, pelaku industri diharapkan dapat melakukan langkah-langkah adaptif, termasuk efisiensi operasional dan penguatan kemitraan dengan petani, guna menjaga stabilitas pasokan di tengah kondisi yang semakin menantang

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI