Reli Karet Belum Usai, Pasar Global Didorong Defisit Pasokan dan Sentimen Positif EUDR
Medan, 7 Mei 2026 — Pergerakan harga karet alam global masih menunjukkan tren positif pada awal Mei 2026. Setelah mengalami reli cukup kuat sejak akhir April lalu, harga karet di bursa internasional kini bergerak stabil di level tinggi dengan kecenderungan memasuki fase konsolidasi.
Pantauan perdagangan pagi ini pukul 7.00 WIB menunjukkan kontrak aktif SICOM-TSR20 SGX untuk pengiriman Juni berada di level 220,9 US cent/kg, menguat 1,3 cent dibanding perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kontrak aktif RSS3 (RU) di bursa SHFE untuk September tercatat di level 17.955, naik 150 poin dibanding sesi sebelumnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sentimen pasar terhadap komoditas karet alam masih relatif solid, meskipun pelaku pasar mulai lebih berhati-hati setelah kenaikan harga yang berlangsung cukup agresif sepanjang April hingga awal Mei.
Reli Harga Berlanjut Sejak Awal April
Berdasarkan data perdagangan harian, harga TSR20 mengalami penguatan cukup konsisten selama lebih dari satu bulan terakhir.
Pada awal April 2026, harga masih berada di level 198,8 US cent/kg, kemudian perlahan naik hingga:
- 209,2 pada 22 April,
- 216,2 pada 28 April,
- 217,8 pada 5 Mei,
- dan mencapai 219,6 pada 6 Mei 2026.
Dengan posisi pagi ini di level 220,9 US cent/kg, pasar telah mencatat kenaikan lebih dari 11% dibanding awal April.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih ditopang oleh kombinasi sentimen fundamental yang kuat dan ekspektasi ketatnya pasokan global dalam jangka menengah.
Faktor Utama Penggerak Pasar
Sejumlah faktor utama saat ini masih mempengaruhi arah pergerakan pasar karet alam global.
Harga Minyak Mentah Masih Tinggi
Harga minyak mentah dunia yang masih relatif tinggi menyebabkan biaya produksi karet sintetis meningkat. Kondisi ini membuat karet alam menjadi lebih kompetitif, terutama bagi industri ban global.
Korelasi antara harga minyak dan karet sintetis kembali menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan harga karet alam dalam beberapa pekan terakhir.
Pasokan Global Masih Ketat
Faktor cuaca di Thailand dan sebagian wilayah produsen utama Asia Tenggara masih menjadi perhatian pasar.
Curah hujan yang cukup tinggi pada beberapa wilayah produksi menyebabkan aktivitas penyadapan belum sepenuhnya optimal sehingga pasokan global masih relatif ketat.
Selain itu, proses pemulihan produksi di beberapa negara produsen juga belum berjalan maksimal pasca gangguan cuaca pada awal tahun.
Konsumsi Global Masih Lebih Tinggi
Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) kembali memperkirakan konsumsi karet alam global pada 2026 masih akan lebih tinggi dibanding produksi.
Proyeksi tersebut memperkuat sentimen bullish jangka menengah karena pasar diperkirakan masih berada dalam kondisi defisit pasokan.
Permintaan dari sektor otomotif dan industri ban di Asia dinilai masih cukup baik, terutama dari China dan India.
Pasar Mulai Waspadai Kenaikan Produksi
Di sisi lain, pelaku pasar mulai memperhatikan potensi peningkatan pasokan dari Thailand dan Vietnam setelah berakhirnya periode libur Hari Buruh di China.
Musim panen yang mulai meningkat diperkirakan dapat menambah suplai fisik ke pasar internasional dalam beberapa minggu ke depan.
Karena itu, meskipun tren utama masih positif, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.
Perkembangan EUDR Mulai Beri Sentimen Baru
Selain faktor fundamental tradisional, pasar karet global juga mulai mencermati perkembangan terbaru terkait implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Komisi Eropa pada 4 Mei 2026 menerbitkan paket penyederhanaan implementasi EUDR yang bertujuan menekan biaya kepatuhan dan memberikan kejelasan hukum sebelum aturan mulai berlaku penuh pada akhir 2026.
Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah usulan pengecualian ban vulkanisir (retreaded tires) dari cakupan EUDR.
Organisasi industri ban Eropa, Tyres Europe (sebelumnya ETRMA), menyambut positif beberapa revisi tersebut meskipun masih meminta penjelasan lebih lanjut terkait implementasi teknis di lapangan.
Menurut Tyres Europe, pengecualian ban vulkanisir dan ban uji dapat membantu mengurangi beban administrasi yang dinilai tidak relevan dengan tujuan utama penelusuran rantai pasok.
Selain itu, asosiasi tersebut juga menilai Komisi Eropa mulai mengakui “peran ganda” produsen ban dalam rantai pasok EUDR, yaitu:
- sebagai operator saat mengimpor karet alam,
- dan sebagai downstream operator saat memproduksi dan menjual ban.
Perbedaan status tersebut dinilai penting karena dapat mengurangi kebutuhan pengulangan dokumen due diligence di sepanjang rantai distribusi.
Komisi Eropa bahkan memperkirakan langkah penyederhanaan terbaru tersebut dapat memangkas biaya kepatuhan tahunan hingga sekitar 75% dibanding rancangan awal regulasi.
Meski demikian, Tyres Europe menilai masih diperlukan klarifikasi lebih lanjut terkait:
- perlakuan terhadap ban impor,
- mekanisme pengelompokan dokumen due diligence,
- serta implementasi praktis di rantai pasok global.
Bagi negara produsen karet alam seperti Indonesia, perkembangan ini menjadi perhatian penting karena EUDR akan sangat mempengaruhi akses pasar ekspor ke kawasan Uni Eropa.
Prospek Fundamental Pasar
Secara fundamental, pasar karet alam masih memiliki kecenderungan positif dalam jangka menengah.
Faktor pendukung utama meliputi:
- defisit pasokan global yang masih berlangsung,
- permintaan industri ban yang tetap stabil,
- harga energi yang tinggi,
- dan kekhawatiran cuaca di negara produsen utama.
Namun demikian, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih cukup tinggi karena pasar sangat sensitif terhadap:
- perkembangan cuaca di Thailand,
- pemulihan produksi Vietnam,
- pergerakan harga minyak mentah,
- kondisi ekonomi China,
- serta permintaan industri otomotif global.
Jika pasokan Thailand mulai meningkat signifikan selama Mei hingga Juni, pasar berpotensi mengalami koreksi sehat setelah reli panjang sejak April.
Prospek Teknikal Perdagangan
Secara teknikal, tren bullish masih terjaga dengan pola penguatan bertahap sejak awal April.
Kenaikan harga menunjukkan pola higher high dan higher low yang menandakan momentum pasar masih cukup kuat.
Area penting yang saat ini menjadi perhatian pasar meliputi:
- Support kuat: 216,0 – 217,0 US cent/kg
- Support lanjutan: 212,5 US cent/kg
- Resistance terdekat: 221,0 – 222,5 US cent/kg
- Resistance psikologis berikutnya: 225,0 US cent/kg
Selama harga mampu bertahan di atas area support 216–217 US cent/kg, tren bullish dinilai masih dominan.
Namun indikator teknikal jangka pendek juga mulai menunjukkan kondisi pasar mendekati area jenuh beli (overbought) setelah kenaikan cukup tajam dalam waktu relatif singkat.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) atau koreksi teknikal terbatas sebelum pasar menentukan arah lanjutan berikutnya.
Pelaku pasar kini akan terus mencermati:
- perkembangan cuaca di Asia Tenggara,
- data konsumsi China,
- pergerakan minyak mentah,
- perkembangan implementasi EUDR,
- serta kondisi ekonomi global.
Dengan kombinasi berbagai sentimen tersebut, pasar karet alam global diperkirakan masih akan bergerak volatil namun cenderung bertahan di level tinggi dalam jangka pendek hingga menengah.