Harga Karet Bersiap Uji Level 225, Rebound Pasar Dinilai Semakin Solid
Medan, 8 Mei 2026 — Pasar karet alam global terus menunjukkan penguatan dengan harga TSR20 dan RSS3 bertahan di level tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental dinilai mulai membentuk rebound yang lebih solid, seiring meningkatnya keyakinan pasar terhadap potensi ketatnya pasokan global pada kuartal kedua 2026.
Pada pemantauan perdagangan pagi pukul 07.36 WIB, kontrak SICOM-TSR20 Juni di SGX tercatat naik menjadi 223,7 sen AS/kg atau menguat 1,1 poin. Sementara itu, RSS3 SHFE kontrak aktif September berada di level 18.020 yuan per ton atau naik 135 yuan.
Penguatan tersebut memperpanjang reli harga yang telah berlangsung sejak awal April 2026. Berdasarkan data perdagangan, TSR20 telah naik dari posisi 201,5 sen/kg pada 2 April menjadi 222,6 sen/kg pada 7 Mei 2026, atau menguat lebih dari 10 persen hanya dalam waktu sekitar satu bulan perdagangan.
Pasar Mulai Mengarah ke Area 225 Sen
Secara teknikal, struktur harga dinilai mulai memasuki fase bullish continuation setelah berhasil menembus resistance psikologis 220 sen/kg. Pola higher high dan higher low terus terbentuk, menunjukkan momentum beli yang masih cukup kuat.
Pelaku pasar kini mulai memantau area 225 sen/kg sebagai level pengujian terdekat. Area tersebut dianggap penting karena menjadi resistance psikologis lanjutan setelah breakout dari zona konsolidasi panjang yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Apabila pasar mampu bertahan di atas area 220–222 sen/kg dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya, peluang penguatan menuju kisaran 228 hingga 230 sen/kg dinilai semakin terbuka. Namun jika terjadi koreksi, support jangka pendek diperkirakan berada pada area 217–218 sen/kg dan 212–213 sen/kg.
Analis menilai reli saat ini memiliki karakter yang berbeda dibanding penguatan pada kuartal pertama 2026. Pada periode sebelumnya, kenaikan harga lebih banyak digerakkan oleh ekspektasi cuaca kering dan sentimen El Niño. Kini, penguatan mulai disertai indikasi membaiknya struktur pasar fisik dan berkurangnya tekanan short position.
Pasokan Global Masih Jadi Penggerak Utama
Dari sisi fundamental, perhatian pasar masih tertuju pada potensi percepatan pengurangan stok global atau de-stocking, khususnya di Tiongkok.
Lembaga riset di Tiongkok menyebutkan bahwa Mei 2026 berpotensi menjadi awal fase penurunan stok yang lebih nyata. Salah satu pemicunya adalah kebijakan tarif nol persen Tiongkok terhadap 33 negara Afrika yang ternyata tidak memasukkan natural rubber dalam daftar fasilitas bebas tarif.
Kondisi tersebut diperkirakan akan mengurangi arus masuk karet Afrika ke pasar Tiongkok dan mempercepat penyerapan stok domestik. Pasar mulai melihat hal ini sebagai faktor bullish yang sebelumnya belum sepenuhnya diperhitungkan.
Data terakhir menunjukkan stok sosial dark rubber di Tiongkok masih berada di sekitar 920 ribu ton, sedangkan light rubber berada di kisaran 413 ribu ton. Meski stok dark rubber secara mingguan masih sedikit meningkat, pasar mulai memperhatikan perlambatan impor dan penurunan ekspor dari sejumlah negara produsen utama.
Cuaca dan Produksi Masih Dipantau Ketat
Selain faktor stok, cuaca Asia Tenggara kembali menjadi perhatian pasar. Badan meteorologi Thailand mengeluarkan peringatan badai dan hujan lebat pada 7–12 Mei di sejumlah wilayah utama produksi karet.
Walaupun dampaknya terhadap produksi saat ini dinilai masih terbatas karena sebagian wilayah baru memasuki awal musim sadap, pasar tetap melihat adanya risiko gangguan terhadap aktivitas pengumpulan lateks dan distribusi bahan baku.
Pasar juga masih memantau perkembangan El Niño yang diperkirakan dapat menjadi salah satu yang terkuat dalam satu dekade terakhir. Kekeringan berkepanjangan dan distribusi curah hujan yang tidak merata dinilai tetap berpotensi menekan produktivitas pada semester berikutnya.
Harga bahan baku di tingkat produsen pun masih bertahan tinggi. Harga cup lump Thailand yang tetap kuat dipandang sebagai indikator bahwa pasar fisik belum sepenuhnya longgar. Dalam perdagangan global, cup lump sering dianggap sebagai acuan utama kekuatan pasar natural rubber.
Di sisi lain, produksi mulai meningkat secara bertahap. Aktivitas penyadapan di Hainan dilaporkan mencapai sekitar 3.000 ton per hari, sementara Thailand bagian utara dan timur laut diperkirakan mulai meningkatkan aktivitas sadap pada pertengahan Mei. Thailand Selatan sendiri diperkirakan baru memasuki fase sadap aktif pada akhir Mei.
Namun hingga kini pasar belum melihat tambahan pasokan yang cukup besar untuk menekan harga secara signifikan.
Permintaan Belum Kuat, Tetapi Masih Stabil
Dari sisi permintaan, industri ban Tiongkok masih menghadapi tekanan margin keuntungan yang rendah dan tantangan ekspor akibat kebijakan perdagangan internasional, termasuk ancaman anti-dumping dari Uni Eropa.
Meski demikian, tingkat operasional pabrik ban pasca libur May Day masih tercatat lebih baik dibanding rata-rata historis beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masih cukup bertahan dan belum mengalami pelemahan tajam.
Berbeda dengan industri ban, sektor sarung tangan lateks justru menunjukkan pelemahan. Sejumlah pabrik di Tiongkok dilaporkan hanya beroperasi pada kisaran 40–60 persen kapasitas, bahkan sebagian mulai mengurangi beban produksi hingga menghentikan operasi sementara.
Outlook: Pasar Menunggu Konfirmasi De-stocking
Analis menilai arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada konfirmasi penurunan stok global selama Mei hingga Juni 2026.
Apabila de-stocking benar-benar mulai terlihat dan pasokan baru tidak meningkat terlalu cepat, harga TSR20 berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 225 hingga 230 sen/kg dalam jangka menengah.
Namun apabila produksi musim sadap baru meningkat lebih cepat dari perkiraan dan stok gagal turun signifikan, pasar kemungkinan kembali bergerak konsolidatif setelah reli tajam dalam beberapa pekan terakhir.