|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

SICOM TSR20 Sempat Tembus ke 231,6 Sen AS, Tapi Langsung Ambles: Mampukah Bertahan di Atas 220 Sen AS?

SICOM TSR20 Sempat Tembus ke 231,6 Sen AS, Tapi Langsung Ambles: Mampukah Bertahan di Atas 220 Sen AS?

SICOM TSR20 Sempat Meledak ke 231,6 Sen AS, Tapi Langsung Ambles: Mampukah Bertahan di Atas 220 Sen AS?

Medan, 15 Mei 2026 — Pasar karet alam global kembali bergerak sangat volatil setelah kontrak acuan SGX SICOM-TSR20 sempat melonjak tajam hingga 231,6 US cent/kg pada perdagangan 13 Mei 2026 sebelum akhirnya terkoreksi cepat ke level 222,3 cent/kg pada penutupan 14 Mei. Pada perdagangan pagi ini pukul 07.43 WIB, kontrak Juni kembali dipantau bergerak di kisaran 221.5 cent/kg atau melemah sekitar 0,8 cent. Sementara itu, kontrak RSS3 paling aktif September di SHFE turun cukup dalam ke 17.650 yuan/ton setelah sebelumnya sempat menembus area psikologis 18.000 yuan/ton.

Pergerakan tajam tersebut memperlihatkan bahwa pasar karet global sedang berada dalam fase sensitif. Di satu sisi tren besar masih bullish, namun di sisi lain pasar mulai menunjukkan keraguan mempertahankan kenaikan terlalu cepat di atas 225 cent/kg.

Pasar Sempat “Test” Level 220 Sen AS

Sebenarnya pola kenaikan harga SICOM-TSR20 dalam beberapa pekan terakhir cukup menarik secara teknikal. Sebelum akhirnya melonjak ke atas 230 cent/kg, pasar terlebih dahulu beberapa kali menguji area 220 cent/kg sebagai level psikologis penting.

Area 220 cent/kg sebelumnya dipandang sebagai titik konfirmasi apakah reli sejak April benar-benar kuat atau hanya kenaikan sementara. Ketika harga akhirnya mampu menembus dan bertahan di atas 220 cent/kg pada awal Mei, pasar langsung merespons dengan aksi beli agresif.

Keberhasilan bertahan di atas 220 cent/kg memicu keyakinan bahwa tren bullish masih valid. Dana spekulatif mulai masuk lebih besar dan pasar kemudian melakukan “test” berikutnya di area 225 cent/kg.

Area 225 Sen AS Tercapai, Tapi Hanya Bertahan Sehari

Setelah berhasil menembus 220 cent/kg, pasar bergerak sangat cepat menuju area 225 cent/kg hingga akhirnya mencapai puncak 231,6 cent/kg pada 13 Mei 2026. Namun menariknya, level tersebut ternyata tidak mampu dipertahankan lama.

Harga hanya bertahan sangat singkat di atas 225 cent/kg sebelum langsung mengalami tekanan jual besar-besaran sehari berikutnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar sebenarnya belum sepenuhnya nyaman dengan valuasi terlalu tinggi dalam waktu cepat.

Secara teknikal, kondisi seperti ini sering disebut sebagai “false breakout” atau breakout yang belum mendapatkan dukungan volume dan fundamental yang cukup kuat untuk melanjutkan reli lebih tinggi.

Pasar terlihat masih membutuhkan konsolidasi sebelum menentukan arah besar berikutnya. Banyak trader memilih mengamankan profit karena kenaikan dari area 217 menuju 231 cent/kg terjadi terlalu cepat hanya dalam hitungan hari.

Cuaca Asia Tenggara Masih Jadi Faktor Utama

Lonjakan harga sebelumnya terutama dipicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari kawasan produsen utama Asia Tenggara. Curah hujan tinggi di Thailand menyebabkan aktivitas penyadapan terganggu dan mendorong harga bahan baku naik signifikan. Harga cup lump Thailand dilaporkan mencapai 68 baht/kg, sementara produksi mingguan latex mengalami penurunan.

Kondisi tersebut memicu aksi beli agresif dari dana spekulatif yang melihat adanya potensi pengetatan pasokan jangka pendek. Pasar mulai membangun persepsi bahwa produksi kuartal II berpotensi terganggu lebih lama apabila anomali cuaca terus berlangsung hingga akhir Mei.

Namun di sisi lain, pasar juga menyadari bahwa gangguan cuaca ini kemungkinan bersifat sementara. Produksi Thailand, Vietnam, dan Indonesia diperkirakan mulai meningkat kembali memasuki Juni apabila kondisi cuaca membaik.

Stok Global Masih Menjadi Penahan Reli

Meskipun sentimen cuaca mendukung harga, pasar masih dibayangi stok karet global yang relatif tinggi. Data Qingdao hingga 10 Mei 2026 menunjukkan total persediaan mencapai sekitar 718 ribu ton.

Besarnya stok tersebut membuat pasar belum benar-benar percaya bahwa dunia sedang menghadapi ancaman kekurangan pasokan serius. Akibatnya, setiap kenaikan tajam cenderung diikuti aksi ambil untung cukup agresif.

Selain itu, permintaan industri ban global juga belum mengalami ekspansi besar. Pembelian bahan baku masih lebih banyak bersifat kebutuhan rutin dibandingkan ekspansi produksi besar-besaran.

Apakah SICOM TSR20 Masih Kuat Bertahan di Atas 220 Sen AS?

Secara teknikal, peluang SICOM-TSR20 bertahan di atas 220 cent/kg masih tergolong cukup kuat dalam jangka pendek. Area tersebut kini berubah fungsi menjadi support psikologis utama pasar setelah sebelumnya menjadi resistance penting.

Selama harga masih bertahan di atas 220 cent/kg, tren bullish menengah dinilai belum rusak. Pola higher high dan higher low sejak Januari 2026 juga masih tetap terjaga.

Namun pasar saat ini memasuki fase yang lebih sensitif. Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga gagal mempertahankan area 220 cent/kg, maka potensi koreksi menuju area 216 hingga 212 cent/kg akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika pasar mampu kembali stabil di atas 225 cent/kg dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, maka peluang pengujian ulang area 230 cent/kg masih cukup besar.

Ketegangan Timur Tengah Masih Jadi Faktor Penopang

Selain faktor cuaca, pasar karet global juga masih dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu gangguan besar pada pasar energi dunia. (Reuters)

Ketegangan tersebut menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi global melalui Selat Hormuz. Bahkan beberapa analis internasional menilai krisis ini menjadi salah satu gangguan energi terbesar sejak krisis minyak era 1970-an. (The Guardian)

Bagi pasar karet alam, dampaknya cukup signifikan. Ketika harga minyak naik, biaya produksi karet sintetis ikut meningkat karena bahan baku petrokimia menjadi lebih mahal. Kondisi ini membuat sebagian industri ban tetap mempertahankan penggunaan karet alam sehingga membantu menopang harga SICOM-TSR20.

Selain itu, kenaikan biaya energi juga meningkatkan ongkos logistik, transportasi, dan pengolahan di negara produsen karet. Faktor ini membuat produsen cenderung menahan penjualan pada harga rendah.

Meski demikian, pengaruh ketegangan Timur Tengah saat ini lebih berfungsi sebagai faktor penopang tambahan dibandingkan motor utama kenaikan harga. Pasar karet global masih jauh lebih sensitif terhadap perubahan cuaca Asia Tenggara, kondisi produksi regional, dan permintaan China.

Outlook Pasar

Untuk jangka pendek, pasar diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi di area 220–228 cent/kg. Area 220 cent/kg kini menjadi level kunci yang akan menentukan apakah tren bullish masih cukup kuat atau mulai memasuki fase koreksi lebih dalam.

Jika cuaca buruk di Thailand terus berlangsung hingga akhir Mei dan ketegangan Timur Tengah kembali memicu lonjakan energi global, peluang pengujian ulang area 230 cent/kg masih terbuka.

Namun apabila produksi mulai pulih pada Juni dan tekanan profit taking berlanjut, pasar berpotensi bergerak melemah secara bertahap meskipun tren besar tahunan masih cenderung bullish.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI