|  
The EUDR has been postponed for the second time and will now take effect on 30 December 2026 for large enterprises (as operators) and 30 June 2027 for small businesses (SMEs).
News Icon

LATEST NEWS

Harga Karet Masih Tarik Ulur, Pasar Bersiap Uji Level Kritis

Harga Karet Masih Tarik Ulur, Pasar Bersiap Uji Level Kritis

Medan, 21 Mei 2026 – Pasar karet alam global masih bergerak dalam fase tarik-ulur antara sentimen cuaca, stok pelabuhan Tiongkok, dan pemulihan industri ban. Pelaku pasar menilai arah harga masih terbatas dalam rentang tertentu, namun volatilitas jangka pendek tetap tinggi akibat perubahan ekspektasi pasokan dan permintaan.

Pemantauan perdagangan Kamis pagi pukul 7.00 WIB menunjukkan kontrak SICOM-TSR20 SGX pengiriman Juni berada di level 223,1 sen AS per kilogram, naik 1,1 poin, sementara kontrak RSS3 (RU) SHFE paling aktif September tercatat di level 17.600 yuan per ton, menguat 75 yuan. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih bertahan di zona konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas di tengah tarik-ulur sentimen cuaca dan pasokan global.

Secara fundamental, pasar masih mendapatkan penopang dari kondisi cuaca di kawasan produsen utama. Curah hujan di Thailand, Laos, Myanmar dan sebagian Malaysia dilaporkan meningkat untuk periode 17–23 Mei 2026, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas penyadapan lateks. Kondisi ini membuat pasokan bahan baku jangka pendek tidak langsung melimpah meskipun musim panen mulai memasuki fase normal.

Di Tiongkok, wilayah produksi Hainan juga mengalami peningkatan hujan yang menghambat penyadapan, sehingga volume bahan baku yang beredar di pasar domestik menjadi lebih terbatas. Di sisi lain, wilayah Yunnan relatif stabil, meskipun mulai muncul persaingan pembelian bahan baku oleh pabrik.

Namun demikian, tekanan dari sisi suplai belum benar-benar hilang. Pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi peningkatan produksi musiman dari Asia Tenggara dalam beberapa pekan ke depan. Kapal-kapal pengangkut karet dari luar negeri juga dilaporkan mulai meningkat masuk ke pelabuhan Tiongkok, yang berpotensi menambah tekanan terhadap harga apabila permintaan tidak tumbuh secepat suplai.

Stok Pelabuhan Mulai Turun, Tetapi Belum Solid

Data terbaru menunjukkan total stok karet alam di Qingdao turun tipis menjadi sekitar 715.200 ton, berkurang sekitar 0,49 persen dibanding pekan sebelumnya. Penurunan terutama terjadi di gudang bonded warehouse, sementara stok perdagangan umum masih mengalami kenaikan terbatas.

Pasar menilai penurunan stok ini memberi sinyal bahwa kebutuhan riil industri masih ada, terutama setelah pabrik ban kembali aktif pasca libur panjang di Tiongkok. Akan tetapi, pelaku pasar juga menilai laju penurunan stok belum cukup kuat untuk memicu reli besar karena arus barang impor masih meningkat.

Di saat bersamaan, total persediaan karet alam di Tiongkok justru masih menunjukkan kenaikan menjadi sekitar 1,327 juta ton. Hal ini memperlihatkan bahwa proses pengurangan stok belum merata di seluruh rantai distribusi.

Industri Ban Pulih, Tetapi Penjualan Masih Lambat

Sektor hilir mulai menunjukkan pemulihan kapasitas produksi. Tingkat utilisasi pabrik ban semi-baja di Tiongkok meningkat menjadi sekitar 74,67 persen, sedangkan ban baja penuh mencapai 68,56 persen. Pemulihan ini terutama dipicu kembalinya aktivitas produksi setelah libur Hari Buruh.

Permintaan ekspor ban Tiongkok juga masih cukup baik. Dalam empat bulan pertama 2026, ekspor ban kendaraan Tiongkok mencapai sekitar 3,21 juta ton atau naik 5,8 persen secara tahunan. Namun nilai ekspornya relatif stagnan, menandakan tekanan harga jual masih cukup kuat.

Meski utilisasi meningkat, pasar tetap berhati-hati karena persediaan ban jadi di pabrik mulai bertambah. Distributor dan konsumen akhir disebut masih menahan pembelian besar akibat harga bahan baku yang tinggi dan lemahnya konsumsi di beberapa pasar domestik.

Kondisi tersebut membuat banyak analis menilai pasar saat ini sedang berada dalam fase “perang ekspektasi” antara kubu bullish dan bearish.

El Niño dan Biaya Produksi Masih Jadi Penopang

Sejumlah analis masih mempertahankan pandangan positif jangka menengah terhadap karet alam. Mereka menilai biaya produksi tetap tinggi, sementara ancaman fenomena El Niño pada semester II 2026 masih dapat mengganggu produksi global.

Karena itu, area 17.000–17.500 yuan per ton pada kontrak RU di SHFE dinilai menjadi zona akumulasi beli bertahap bagi sebagian investor institusional. Penguatan harga pagi ini juga dinilai memperlihatkan bahwa pasar masih mempertahankan sentimen positif selama level support utama tidak ditembus.

Selain itu, harga bahan baku di Thailand dan Tiongkok masih relatif tinggi. Harga lateks Thailand tercatat sekitar 84 baht per kilogram, sedangkan harga bahan baku Yunnan bertahan di sekitar 16.900 yuan per ton. Hal ini menunjukkan biaya produksi belum benar-benar melemah.

Namun Tekanan Koreksi Masih Mengintai

Di sisi lain, kubu bearish melihat mulai berubahnya ekspektasi pasar. Peningkatan hujan di Thailand dipandang dapat mengurangi kekhawatiran kekeringan yang sebelumnya mendorong reli harga karet.

Selain itu, pasar juga menyoroti lemahnya permintaan musiman dan meningkatnya pasokan sintetis. Harga butadiene sebagai bahan baku karet sintetis mengalami penurunan tajam, sehingga dapat menekan harga karet sintetis lebih lanjut dan mengurangi daya tarik substitusi terhadap karet alam.

Analis juga mengingatkan bahwa kondisi makroekonomi global masih belum sepenuhnya stabil, termasuk ketidakpastian konsumsi otomotif dan manufaktur dunia.

Pasar Diperkirakan Uji Area 224–225 Sen dan 17.800 Yuan

Untuk sisa perdagangan minggu ini, pasar diperkirakan masih bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas setelah rebound pada perdagangan pagi ini.

Kontrak SICOM-TSR20 diperkirakan akan menguji area resistance jangka pendek di kisaran 224–225 sen AS per kilogram. Jika momentum beli berlanjut dan sentimen cuaca tetap dominan, harga berpotensi bergerak menuju area 226–228 sen AS. Namun apabila tekanan jual kembali muncul akibat kekhawatiran suplai meningkat, pasar dapat kembali turun menguji area support 220–221 sen AS.

Sementara itu, kontrak RU SHFE September diperkirakan bergerak di rentang 17.400–18.000 yuan per ton. Penguatan ke area 17.600 yuan pagi ini membuka peluang pengujian resistance berikutnya di sekitar 17.800 yuan. Jika level tersebut berhasil ditembus, pasar berpotensi bergerak menuju area psikologis 18.000 yuan. Sebaliknya, bila tekanan suplai meningkat dan permintaan melemah, pasar berisiko kembali turun menguji area 17.400 yuan.

Secara keseluruhan, pelaku pasar menilai arah besar harga karet masih belum terbentuk secara definitif. Dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dengan dominasi perdagangan spekulatif dan respons cepat terhadap data cuaca, stok pelabuhan, serta perkembangan industri ban global.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI