|  
The EUDR has been postponed for the second time and will now take effect on 30 December 2026 for large enterprises (as operators) and 30 June 2027 for small businesses (SMEs).
News Icon

LATEST NEWS

Harga Karet Dunia Masih Tertekan, Pasar Waspadai Uji Support TSR20 di Tengah Lonjakan Pasokan Musiman

Harga Karet Dunia Masih Tertekan, Pasar Waspadai Uji Support TSR20 di Tengah Lonjakan Pasokan Musiman

Medan, 22 Mei 2026 — Pasar karet alam global masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan akhir pekan ini, dipicu meningkatnya ekspektasi pasokan dari negara-negara produsen utama di Asia Tenggara di tengah permintaan industri yang belum sepenuhnya pulih.

Pada perdagangan pagi Jumat (22/5) pukul 7 WIB, kontrak aktif karet di Shanghai Futures Exchange (SHFE) turun ke kisaran 17.310 yuan per ton atau melemah sekitar 1,17 persen. Sementara itu, SICOM TSR20 di Singapore Exchange (SGX) untuk kontrak Juni juga terkoreksi ke level 220 sen AS/kg.

Pelaku pasar menilai tekanan harga kali ini terutama berasal dari mulai normalnya aktivitas penyadapan di Thailand, Indonesia, Vietnam, dan China setelah sebelumnya terganggu cuaca dan musim kering.

Kuartal II memang dikenal sebagai periode puncak produksi karet alam. Dengan membaiknya kondisi cuaca di sejumlah sentra perkebunan, pasokan bahan baku diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Namun demikian, pasar belum sepenuhnya masuk fase bearish penuh karena masih adanya faktor penahan dari sisi stok dan kebutuhan industri ban yang relatif stabil.

Supply Meningkat, Demand Belum Kuat

Laporan sejumlah analis komoditas China menyebut tekanan ketidakseimbangan supply-demand kini mulai semakin terlihat.

Pasokan global diperkirakan bertambah seiring masuknya musim sadap, sementara permintaan sektor hilir masih cenderung bergerak datar. Industri ban sebagai konsumen utama karet alam memang masih beroperasi pada level cukup tinggi, tetapi pembelian bahan baku dinilai masih sebatas kebutuhan rutin.

Data terbaru menunjukkan tingkat operasional pabrik ban semi-baja di China berada di atas 75 persen, sedangkan ban full steel bertahan di kisaran tinggi 67–80 persen.

Meski produksi ban masih tinggi, pasar melihat adanya pelemahan pada permintaan riil sektor logistik dan transportasi. Volume pengiriman barang belum pulih maksimal, tarif angkutan melemah, dan minat pembelian kendaraan niaga baru masih terbatas.

Kondisi tersebut membuat produsen ban belum agresif melakukan restocking besar-besaran.

Persediaan Masih Relatif Terkendali

Di sisi lain, stok karet di China masih menjadi faktor penting yang menahan tekanan penurunan lebih dalam.

Persediaan karet alam di Qingdao tercatat sekitar 718.700 ton hingga 10 Mei 2026, naik tipis dibanding pekan sebelumnya. Namun secara nasional, stok sosial karet China justru turun menjadi sekitar 1,316 juta ton pada pertengahan Mei.

Penurunan stok nasional ini menjadi salah satu alasan mengapa sebagian analis menilai ruang penurunan harga mulai terbatas.

Selain itu, harga bahan baku di Thailand maupun China selatan juga relatif masih stabil, sehingga belum memicu tekanan jual besar dari sisi produsen.

Tren Tahunan Masih Positif

Walaupun sedang terkoreksi, tren harga karet sepanjang tahun 2026 sebenarnya masih menunjukkan performa cukup kuat.

Data TSR20 SICOM menunjukkan harga awal Januari 2026 masih berada di sekitar 181,7 sen AS/kg, sebelum melonjak hingga menembus 231 sen AS/kg pada pertengahan Mei.

Koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak dipandang sebagai fase konsolidasi setelah reli tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Pasar juga masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kondisi cuaca Asia Tenggara, harga minyak mentah dunia, nilai tukar yuan, serta dinamika permintaan dari industri otomotif dan logistik China.

Pasar Fokus ke Pergerakan TSR20

Untuk sisa perdagangan minggu ini, perhatian pasar diperkirakan lebih tertuju pada pergerakan TSR20 SICOM yang kini berada di area 220 sen AS/kg setelah mengalami koreksi dari puncak pertengahan Mei lalu.

Bila tekanan jual masih berlanjut akibat meningkatnya pasokan musiman dan minimnya katalis permintaan baru, maka pasar berpotensi menguji support kuat di kisaran 218–219 sen AS/kg. Jika level tersebut ditembus, harga dapat bergerak turun menuju area psikologis 215 sen AS/kg.

Namun apabila muncul aksi bargain hunting dan kondisi cuaca di negara produsen kembali menghambat penyadapan, maka peluang rebound teknikal menuju area 223–225 sen AS/kg masih terbuka hingga akhir minggu perdagangan ini.

Secara teknikal maupun fundamental, pasar TSR20 saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan sideways bearish, sambil menunggu arah baru dari perkembangan supply Asia Tenggara dan permintaan industri ban China.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI