SICOM TSR20 Bergejolak! SHFE Bangkit, El Niño Mengancam, Pasar Karet Dunia Masuk Zona Panas
Medan, 29 Mei 2026 – Pasar karet global kembali memanas. Setelah melonjak tajam pada perdagangan sebelumnya, kontrak utama SICOM-TSR20 SGX untuk Juni pagi ini mendadak terkoreksi ke level 223,0 sen AS/kg atau turun 5,3 poin. Namun di tengah tekanan tersebut, kontrak bulan berikutnya masih bertahan positif, sementara pasar Shanghai Futures Exchange (SHFE) justru rebound kuat dan menghidupkan kembali sentimen bullish pasar Asia.
Pantauan harga pukul 07.05 WIB menunjukkan SICOM TSR20 Juni berada di 223,0 (-5,3), Juli 227,5 (+0,2), Agustus 226,4 (+0,1), sedangkan RSS3 (RU) SHFE September melonjak ke 17.755 (+150).
SHFE Bangkit, Pasar Mulai Berbalik Arah
Lonjakan SHFE menjadi perhatian utama pelaku pasar pagi ini. Setelah sempat dihantam aksi jual dalam beberapa sesi terakhir, pasar China kini mulai rebound seiring munculnya kembali kekhawatiran terhadap pasokan global.
Kenaikan +150 yuan memperlihatkan bahwa trader mulai kembali memburu posisi beli, terutama setelah muncul sinyal bahwa gangguan cuaca Asia Tenggara masih berpotensi memicu ketatnya pasokan pada semester kedua tahun ini.
Rebound SHFE juga membantu menahan tekanan lebih dalam pada SICOM TSR20 yang sempat dibuka melemah tajam.
El Niño Belum Mati, Pasar Masih Diliputi Kekhawatiran
Pasar karet saat ini sedang berada dalam pertarungan besar antara ekspektasi bullish dan realita fundamental jangka pendek.
Di satu sisi, dunia masih dihantui ancaman El Niño serta penuaan pohon karet global yang dikhawatirkan mengurangi produksi beberapa tahun ke depan. Data ANRPC memperkirakan kebutuhan karet alam global 2026 mencapai sekitar 15,6 juta ton, sementara produksi diperkirakan hanya 15,2–15,3 juta ton.
Defisit inilah yang membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap isu cuaca.
Namun di sisi lain, permintaan riil industri ban dan otomotif dunia belum benar-benar kuat. Inilah yang membuat pasar sangat mudah berubah arah dan rawan volatilitas ekstrem.
Hujan Thailand Guncang Narasi Bullish
Reli besar yang terjadi sepanjang April hingga Mei sebelumnya dipicu kekhawatiran bahwa El Niño ekstrem akan menghantam produksi Thailand dan Asia Tenggara.
Tetapi kondisi berubah setelah Thailand Selatan diguyur hujan deras pada 11–25 Mei 2026. Curah hujan tinggi di sejumlah wilayah mulai mematahkan narasi kekeringan parah yang sebelumnya menjadi bahan bakar utama kenaikan harga.
Selisih harga latex dan cup lump Thailand juga mulai menyempit, menandakan tekanan shortage bahan baku mulai mereda.
Meski demikian, pasar belum sepenuhnya tenang. Banyak analis menilai musim hujan Thailand justru dapat mengganggu aktivitas penyadapan pada semester kedua, sehingga ancaman gangguan suplai masih tetap membayangi.
Kontrak Juni Tertekan, Tapi Bullish Belum Berakhir
Turunnya kontrak Juni sementara kontrak Juli dan Agustus tetap bertahan hijau menunjukkan adanya aksi profit taking besar menjelang jatuh tempo kontrak.
Fenomena ini umum terjadi di pasar komoditas dan belum tentu menandakan tren bullish telah selesai. Justru banyak trader melihat koreksi ini sebagai fase penyesuaian sebelum pasar menentukan arah berikutnya.
Secara historis, tren SICOM TSR20 sepanjang 2026 masih tergolong sangat kuat. Awal Januari harga masih berada di area 181–185 sen/kg sebelum terus menanjak hingga sempat menyentuh 231,6 pada pertengahan Mei.
Pasar Bersiap Test Area Krusial
Dari sisi teknikal, area 221–223 kini menjadi benteng penting pasar. Bila level ini mampu dipertahankan hingga penutupan pekan, peluang rebound menuju area 228–231 masih terbuka lebar.
Namun bila support 220 ditembus, tekanan jual dapat membawa pasar turun menuju area 215–217.
Sementara itu, resistance psikologis kuat masih berada pada area 230–235. Area ini diperkirakan menjadi target berikutnya bila SHFE terus menguat dan muncul gangguan cuaca baru di Asia Tenggara.
Fundamental Belum Mendukung Kejatuhan Besar
Walaupun tekanan suplai mulai meningkat akibat musim panen, pasar masih ditopang beberapa faktor penting. Stok China mulai turun, aktivitas restocking pabrik masih berjalan, ekspor ban China tetap relatif baik, sementara harga minyak mentah dunia yang tinggi terus menopang harga synthetic rubber.
Selain itu, pasar juga mulai mencermati ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Thailand yang berpotensi mempengaruhi jalur ekspor utama negara tersebut.
Investasi Baru Picu Optimisme Industri Karet
Di tengah gejolak harga, sentimen jangka panjang industri karet justru masih terlihat positif. Liberia dilaporkan memperoleh komitmen investasi sekitar US$36 juta dari grup agroindustri berbasis Kamboja untuk pengembangan pengolahan karet dan integrasi petani kecil ke rantai pasok global.
Langkah ini memperlihatkan bahwa industri karet dunia masih dipandang strategis dan memiliki prospek jangka panjang yang kuat.
Outlook Akhir Pekan: Volatil, Emosional, dan Sangat Sensitif
Untuk sisa perdagangan minggu ini, pasar diperkirakan tetap bergerak liar dan sensitif terhadap setiap perkembangan cuaca maupun sentimen global.
Pelaku pasar kini fokus pada:
perkembangan El Niño,
curah hujan Thailand,
kenaikan produksi Asia Tenggara,
permintaan ban China,
serta arah minyak mentah dan dolar AS.
Dengan kombinasi faktor tersebut, SICOM TSR20 diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang lebar. Area 221–223 menjadi support krusial, sementara 228–231 menjadi area uji kenaikan jangka pendek. Jika sentimen kembali memanas, bukan tidak mungkin pasar akan kembali menyerang area 230–235 dalam waktu dekat.