Bullish Masih Bertahan di Akhir Pekan, SICOM-TSR20 Berpeluang Rebound ke 235–240 Cents
Medan, 5 Juni 2026 — Pergerakan pasar karet global kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan Jumat pagi. Setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya, kontrak karet alam SICOM-TSR20 SGX untuk pengiriman Juli mulai menunjukkan rebound dan kembali menguat pada perdagangan pagi ini.
Data pemantauan pukul 08.38 WIB menunjukkan SICOM-TSR20 Juli berada di level 230.8 cents/kg, naik sekitar 0.4 cents, sementara kontrak RSS3 paling aktif di SHFE berada di level 17.895 yuan/ton, masih melemah sekitar 80 yuan.
Penguatan kembali SICOM pagi ini memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda setelah aksi profit taking beberapa hari terakhir. Pelaku pasar menilai tren utama karet alam global masih berada dalam fase bullish kuat.
Reli Besar Sepanjang Tahun 2026
Berdasarkan histori harga tahun berjalan, SICOM-TSR20 telah melonjak sangat signifikan dari level 181.7 cents pada awal Januari menjadi sempat menyentuh 234.5 cents pada 2 Juni 2026.
Artinya, sepanjang lima bulan pertama 2026, harga telah naik lebih dari 28%.
Kenaikan besar ini memperlihatkan bahwa pasar masih menghadapi kombinasi kuat antara:
kekhawatiran pasokan global,
stok yang terus menyusut,
serta tingginya harga bahan baku di negara produsen utama seperti Thailand.
Khusus dalam dua pekan terakhir, akselerasi bullish terlihat semakin agresif:
28 Mei : 228.3
29 Mei : 229.0
2 Juni : 234.5
3 Juni : 234.4
4 Juni : 230.4
5 Juni pagi : 230.8
Area 228–230 kini menjadi zona support teknikal penting.
Kenapa Pasar Masih Volatil?
Pergerakan pasar saat ini dipengaruhi kombinasi faktor eksternal, teknikal, dan fundamental.
Informasi global melaporkan bahwa futures karet Jepang di Osaka Exchange sempat mengalami tekanan mengikuti pelemahan harga minyak mentah dunia. Pelemahan minyak terjadi setelah muncul optimisme geopolitik Timur Tengah yang berpotensi membuka kembali jalur perdagangan energi global.
Pelemahan minyak biasanya ikut menekan sentimen karet alam karena karet sintetis berbasis minyak menjadi lebih kompetitif.
Selain itu, sejumlah broker China menyebut banyak pabrikan ban saat ini mulai berhati-hati melakukan pembelian bahan baku karena harga karet yang sudah terlalu tinggi dalam waktu singkat.
Dengan kata lain, pasar sedang mengalami fase:
“bullish tapi overbought”.
Namun demikian, tekanan turun masih relatif terbatas karena:
ekspor ban China tetap kuat,
operasional pabrik ban masih tinggi,
penjualan truk berat di China tetap solid,
dan stok sosial karet terus menyusut.
Fundamental Masih Sangat Mendukung
Laporan pasar terbaru menunjukkan kondisi fundamental sebenarnya masih cukup kuat.
1. Pasokan Thailand Masih Ketat
Curah hujan di Thailand masih cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas sadap di sejumlah wilayah.
Selain itu, pabrik disebut masih agresif berebut bahan baku. Bahkan muncul informasi bahwa kendaraan pengangkut singkong di Thailand mulai dialihkan untuk mengangkut karet.
Ini menunjukkan tingginya perebutan bahan baku di lapangan.
2. Stok Sosial China Terus Menurun
Data per 31 Mei menunjukkan:
stok karet gelap China turun 2,7%
stok karet terang turun 0,35%
Pasar kini memasuki fase “de-stocking lancar”, artinya barang terus keluar dari gudang.
3. Harga RSS Thailand Sentuh Level Tertinggi 9 Tahun
Data LSEG menunjukkan harga RSS3 Thailand kini berada di level tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.
Kondisi ini menjadi fondasi kuat agar harga global tidak jatuh terlalu dalam.
Analisis Teknikal: Masih Berpeluang Test 240 Cents
Secara teknikal, tren besar SICOM-TSR20 masih bullish selama harga bertahan di atas area support 228–230 cents.
Area penting yang dipantau pasar saat ini:
Support kuat: 228–230
Support lanjutan: 225
Resistance dekat: 234–235
Resistance psikologis besar: 240 cents
Rebound pagi ini dari area 230 memberi sinyal bahwa buyer mulai kembali masuk ke pasar.
Bila support 228 mampu bertahan, maka peluang rebound menuju:
235 cents
bahkan test 238–240 cents
masih terbuka dalam perdagangan pekan ini.
Namun bila tekanan jual kembali meningkat dan 228 jebol, pasar berpotensi masuk fase konsolidasi menuju 223–225 cents terlebih dahulu sebelum menentukan arah berikutnya.
NR Afrika Bisa Ubah Arus Perdagangan Dunia
Salah satu isu besar yang mulai diperhatikan pasar adalah kemungkinan semakin terbukanya kontrak NR terhadap pasokan karet Afrika.
Bila implementasi ini semakin besar, maka arus perdagangan global berpotensi berubah karena:
sumber suplai menjadi lebih beragam,
dominasi Asia Tenggara bisa sedikit berkurang,
dan struktur pricing global dapat berubah dalam jangka panjang.
Namun untuk jangka pendek, pasar masih lebih fokus pada:
pasokan musim hujan Thailand,
penurunan stok,
serta tingginya harga bahan baku global.
Outlook
Secara keseluruhan, pasar karet global saat ini masih berada dalam struktur bullish kuat, meskipun volatilitas tinggi akibat aksi ambil untung masih terjadi.
Selama tidak ada perubahan drastis pada pasokan dan stok global, pelaku pasar masih melihat peluang SICOM-TSR20 untuk kembali menguji area 235–240 cents/kg dalam waktu dekat.
Arah perdagangan hari ini akan sangat dipengaruhi oleh:
pergerakan minyak mentah,
sentimen China,
serta kemampuan support 228–230 cents bertahan dari tekanan jual jangka pendek.