|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

SICOM-TSR20 Bangkit dari Tekanan Jual, Rebound Didukung Volume Besar; Peluang Uji 230–235 Cents Kembali Terbuka

SICOM-TSR20 Bangkit dari Tekanan Jual, Rebound Didukung Volume Besar; Peluang Uji 230–235 Cents Kembali Terbuka

Medan, 11 Juni 2026 – Harga karet yang dipantau pada pagi ini pukul 07.40 WIB menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Kontrak aktif SICOM-TSR20 Juli 2026 di Singapore Exchange (SGX) tercatat berada di 223,3 sen AS/kg, naik 0,7 sen atau 0,31% dibanding penutupan sebelumnya di 222,6 sen/kg.

Dalam perdagangan pagi, harga sempat menyentuh level terendah 221,9 sen/kg sebelum berbalik menguat hingga mencapai 224,2 sen/kg. Kenaikan tersebut didukung peningkatan volume transaksi serta berkurangnya posisi terbuka (open interest) sebanyak 480 lot menjadi 6.431 lot, yang mengindikasikan aksi penutupan posisi jual (short covering) dan mulai kembalinya minat beli ke pasar.

Rebound Terjadi Setelah Tiga Sesi Tekanan Jual

Pemulihan ini terjadi setelah pasar karet global mengalami tekanan selama beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kontrak SICOM-TSR20 sempat mencapai level 234,5 sen/kg pada awal Juni sebelum terkoreksi hingga mendekati 222 sen/kg.

Tekanan tersebut dipicu oleh kombinasi melemahnya permintaan jangka pendek, meningkatnya produksi musiman di Asia Tenggara, serta kekhawatiran pasar terhadap kondisi sektor otomotif Tiongkok yang masih lesu.

Data terbaru menunjukkan impor karet alam dan sintetis Tiongkok pada Mei 2026 turun sekitar 12,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, penjualan kendaraan di negara tersebut turun lebih dari 22%, memperpanjang tren pelemahan permintaan dari sektor pengguna utama karet alam.

Selain itu, tingkat utilisasi pabrik ban di Tiongkok masih menunjukkan kecenderungan melemah. Beberapa produsen menghadapi perlambatan pengiriman serta peningkatan persediaan produk jadi, sehingga aktivitas pembelian bahan baku berlangsung lebih hati-hati.

Mengapa Harga Kembali Menguat?

Meski sentimen permintaan masih belum sepenuhnya pulih, pasar kembali menemukan dukungan dari sejumlah faktor fundamental.

Pertama, harga bahan baku di negara produsen utama masih bertahan pada level tinggi. Di Thailand, harga cup lump berada di sekitar 71 baht/kg, sedangkan harga lateks bertahan di atas 87 baht/kg. Kondisi ini membatasi ruang penurunan harga karet alam karena biaya produksi masih relatif tinggi.

Kedua, kondisi cuaca di kawasan produsen utama tetap menjadi perhatian. Walaupun saat ini memasuki musim produksi tinggi, sejumlah wilayah di Asia Tenggara masih menghadapi ketidakpastian pola hujan dan suhu yang lebih tinggi dibanding normal.

Ketiga, pasar mulai mengalihkan fokus dari kondisi permintaan jangka pendek menuju potensi risiko pasokan pada semester kedua tahun ini. Kekhawatiran terhadap dampak cuaca ekstrem dan potensi fenomena El Niño diperkirakan dapat mempengaruhi produktivitas sadap di beberapa negara produsen.

Keempat, stok karet sosial di Tiongkok masih menunjukkan tren menurun sehingga belum memberikan sinyal terjadinya kelebihan pasokan global.

Volume dan Open Interest Perkuat Sinyal Rebound

Dari sudut pandang teknikal, kenaikan harga pagi ini memiliki arti yang lebih penting dibanding sekadar pantulan teknikal biasa.

Lonjakan harga dari area 222 sen menuju 223–224 sen/kg terjadi bersamaan dengan peningkatan volume transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan tidak hanya disebabkan oleh minimnya penawaran, tetapi juga karena masuknya aktivitas beli baru.

Selain itu, penurunan open interest sebesar 480 lot mengindikasikan sebagian pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi jual mulai menutup posisi mereka. Fenomena ini sering muncul ketika tekanan jual mulai mereda dan pasar berusaha membentuk dasar harga baru.

Kombinasi kenaikan harga, peningkatan volume, dan penurunan open interest umumnya dianggap sebagai sinyal bahwa fase koreksi sedang kehilangan tenaga.

Struktur Tren Masih Positif

Secara teknikal, tren jangka menengah SICOM-TSR20 masih menunjukkan kecenderungan bullish.

Sejak awal tahun 2026, harga telah meningkat dari sekitar 181,7 sen/kg menjadi 234,5 sen/kg pada awal Juni. Koreksi menuju area 222 sen/kg hanya menghapus sebagian kecil kenaikan tersebut dan sejauh ini masih tergolong sebagai koreksi sehat dalam tren naik yang lebih besar.

Pergerakan pagi ini juga membentuk pola higher low dan higher high intraday, yang sering menjadi indikasi awal perubahan momentum dari bearish menjadi bullish.

Area Kritis yang Dipantau Pasar

Dari sisi teknikal, area 221,9–222,0 sen/kg kini menjadi support penting setelah berhasil menahan tekanan jual.

Sementara itu, area 224,2 sen/kg menjadi resistance pertama yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

Level yang menjadi perhatian pasar saat ini adalah:

Support

  • 221,9 sen/kg

  • 220,0 sen/kg

  • 217–218 sen/kg

Resistance

  • 224,2 sen/kg

  • 225,0 sen/kg

  • 228,0 sen/kg

  • 230,0 sen/kg

  • 235,0 sen/kg

Peluang Uji 230–235 Cents Masih Terbuka

Berdasarkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental, peluang pengujian kembali area 230–235 sen/kg dalam beberapa sesi perdagangan mendatang masih cukup besar.

Keberhasilan mempertahankan support 222 sen/kg menunjukkan pasar belum memasuki fase penurunan yang lebih dalam. Sementara itu, tingginya harga bahan baku, tren penurunan stok, dan kekhawatiran terhadap cuaca pada semester kedua masih menjadi fondasi yang mendukung harga.

Jika harga mampu menembus resistance 224,2 sen/kg dan bertahan di atas 225 sen/kg, maka target berikutnya berada pada kisaran 228–230 sen/kg.

Mampukah Menembus 240 Cents?

Level 240 sen/kg masih menjadi target yang memungkinkan dalam jangka pendek hingga menengah, namun memerlukan katalis tambahan.

Pasar membutuhkan kombinasi faktor berupa gangguan cuaca yang lebih nyata di Thailand, Indonesia, atau Malaysia, percepatan penurunan stok, serta perbaikan permintaan dari sektor ban dan otomotif Tiongkok.

Tanpa dukungan tersebut, area 230–235 sen/kg kemungkinan menjadi target realistis pertama yang akan diuji pasar dalam waktu dekat.

Prospek Pekan Ini

Untuk sisa pekan ini, SICOM-TSR20 diperkirakan bergerak dalam rentang 222–235 sen/kg dengan kecenderungan menguat. Rebound yang terjadi pada perdagangan pagi ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat beli yang cukup kuat di area bawah dan belum mengubah struktur tren naik yang telah terbentuk sejak awal tahun.

Selama harga mampu bertahan di atas support 222 sen/kg, peluang pengujian kembali area 230 sen/kg bahkan 235 sen/kg masih lebih besar dibanding risiko penurunan menuju level yang lebih rendah. Dengan dukungan volume transaksi yang meningkat dan berkurangnya tekanan posisi jual, pasar karet global mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa fase koreksi jangka pendek kemungkinan telah mendekati akhir.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI