SICOM TSR20 Bangkit Dua Hari Beruntun, Peluang Uji 230–235 Cents Kembali Terbuka
Medan, 12 Juni 2026 – Harga karet alam global menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan pada awal pekan. Kontrak SICOM-TSR20 Juli 2026 yang dipantau pada Jumat pagi pukul 07.07 WIB tercatat berada di 225,2 cents/kg, naik 0,8 cents dibanding penutupan sebelumnya. Kenaikan ini memperpanjang penguatan hari kedua berturut-turut setelah kontrak yang sama ditutup menguat ke 224,4 cents/kg pada perdagangan Kamis (11/6).
Pergerakan tersebut cukup menarik karena terjadi di tengah sentimen fundamental yang sebenarnya masih bercampur. Sejumlah laporan pasar masih menyoroti lemahnya permintaan musiman, penurunan penjualan kendaraan di Tiongkok, serta ekspektasi peningkatan pasokan dari negara-negara produsen utama Asia Tenggara. Namun, pasar tampaknya mulai merespons faktor lain yang lebih konstruktif, yakni penurunan stok, ketatnya pasokan fisik di beberapa wilayah, dan mulai munculnya aksi beli teknikal setelah koreksi tajam beberapa hari sebelumnya.
Rebound Setelah Koreksi Tajam
Data harga SICOM TSR20 sepanjang tahun menunjukkan tren kenaikan yang masih dominan. Dari posisi 181,7 cents/kg pada awal Januari, harga sempat mencapai puncak 234,5 cents/kg pada 2 Juni sebelum mengalami koreksi menuju area 222–225 cents/kg.
Koreksi tersebut membawa harga kembali ke area support penting yang sebelumnya menjadi basis konsolidasi pada Mei. Setelah menyentuh 222,6 cents pada 10 Juni, pasar mulai menunjukkan respons positif. Kenaikan ke 224,4 cents pada 11 Juni kemudian dilanjutkan kembali ke 225,2 cents pada sesi pagi 12 Juni.
Secara teknikal, pola ini mengindikasikan bahwa pasar sedang berupaya membangun dasar baru setelah aksi jual yang cukup agresif sejak awal Juni.
Mengapa SICOM Naik Lagi Pagi Ini?
Kenaikan pagi ini tampaknya tidak berasal dari satu faktor tunggal, melainkan kombinasi beberapa elemen.
Pertama, harga sudah memasuki area support teknikal yang cukup kuat. Pada grafik harian, area 222–224 cents merupakan zona yang sebelumnya menjadi titik akumulasi sebelum reli menuju 234 cents. Ketika harga kembali ke wilayah tersebut, muncul minat beli yang cukup signifikan.
Kedua, data perdagangan pagi menunjukkan karakteristik short covering. Pada sesi awal perdagangan, harga sempat menyentuh 226,2 cents/kg sebelum kembali bergerak di sekitar 225 cents. Pada saat yang sama, open interest turun sekitar 490 lot. Kondisi harga naik disertai penurunan open interest umumnya mencerminkan penutupan posisi jual oleh pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga.
Ketiga, pasar mulai mempertimbangkan kembali risiko pasokan jangka menengah. Meskipun Thailand, Vietnam, dan Indonesia saat ini memasuki musim produksi, harga bahan baku di Thailand masih bertahan relatif tinggi. Selain itu, kekhawatiran mengenai dampak cuaca terhadap produktivitas kebun pada semester kedua tahun ini belum sepenuhnya hilang.
Keempat, stok karet alam Tiongkok menunjukkan sinyal yang lebih positif dibanding beberapa bulan sebelumnya. Data terbaru memperlihatkan persediaan sosial karet alam Tiongkok turun menjadi sekitar 126,92 juta ton, berkurang hampir 2 persen dibanding minggu sebelumnya. Penurunan stok ini memberikan dukungan psikologis bagi pasar.
Fundamental Masih Beragam
Di sisi lain, pasar masih menghadapi sejumlah hambatan.
Permintaan ban di Tiongkok dan beberapa negara Asia masih berada pada fase musiman yang relatif lemah. Tingkat operasi pabrik ban di Shandong tercatat menurun dibanding pekan sebelumnya, baik untuk ban truk maupun ban kendaraan penumpang. Tekanan juga datang dari perlambatan penjualan kendaraan di Tiongkok yang dilaporkan turun lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, pasar sintetis juga masih lemah. Harga butadiene rubber (BR) mengalami penurunan seiring melemahnya harga bahan baku butadiene. Kondisi ini membatasi ruang kenaikan harga karet alam karena sebagian pengguna industri dapat melakukan substitusi sebagian bahan baku.
Dengan demikian, meskipun harga sedang pulih, pasar masih harus menghadapi tantangan dari sisi permintaan akhir.
Peluang Uji 230–235 Cents Masih Terbuka
Dari perspektif teknikal, penguatan dua hari terakhir memberikan sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.
Area 224 cents/kg kini berubah menjadi support jangka pendek yang cukup penting. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka.
Target terdekat berada pada kisaran:
226,5–227,0 cents/kg sebagai resistance awal.
230 cents/kg sebagai resistance psikologis utama.
233–235 cents/kg sebagai target lanjutan apabila momentum beli kembali menguat.
Sebaliknya, apabila harga kembali turun di bawah 224 cents, pasar berpotensi menguji area 222 cents/kg dan bahkan 220 cents/kg.
Melihat kombinasi faktor teknikal dan fundamental saat ini, skenario yang paling realistis untuk sisa pekan ini adalah uji ulang area 230 cents/kg. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume dan peningkatan open interest, maka peluang menuju 233–235 cents/kg akan kembali terbuka.
Pasar Memasuki Fase Penentuan Arah
Secara keseluruhan, penguatan SICOM TSR20 selama dua hari berturut-turut menunjukkan bahwa pasar belum kehilangan struktur bullish jangka menengah yang telah terbentuk sejak awal tahun. Meski sentimen permintaan masih belum sepenuhnya pulih, kombinasi penurunan stok, harga bahan baku yang tetap tinggi, serta aksi short covering telah memberi ruang bagi pasar untuk melakukan rebound.
Pergerakan dalam beberapa sesi berikutnya akan menjadi penentu apakah kenaikan ini hanya sekadar pemantulan teknikal setelah koreksi, atau awal dari upaya baru untuk kembali menguji area tertinggi awal Juni di atas 234 cents/kg. Saat ini, fokus pelaku pasar tertuju pada kemampuan harga mempertahankan posisi di atas 224 cents/kg dan menembus resistance 230 cents/kg dalam beberapa hari ke depan.