|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Terkoreksi Dua Hari Beruntun, Pasar Uji Level Psikologis 210 Sen; Peluang Sideways Melemah Masih Dominan

Harga Karet Terkoreksi Dua Hari Beruntun, Pasar Uji Level Psikologis 210 Sen; Peluang Sideways Melemah Masih Dominan

Medan, 30 Juli 2026 – Pasar karet alam global masih berada dalam tekanan setelah dua sesi perdagangan terakhir ditutup melemah. Koreksi harga dipicu oleh kombinasi meningkatnya pasokan dari negara produsen, data impor China yang melonjak pada Juni, melemahnya harga karet sintetis, serta permintaan industri ban yang belum menunjukkan pemulihan yang kuat. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati sambil menunggu katalis baru yang mampu mengubah arah pergerakan harga.

Berdasarkan pemantauan perdagangan Kamis (30/7) pukul 11.30 WIB, kontrak SICOM TSR20 Agustus berada di 213,5 sen AS/kg, atau masih bertahan dibanding penutupan sebelumnya. Sementara itu, RSS3 kontrak September di SHFE turun 60 yuan menjadi 16.360 yuan/ton, menunjukkan sentimen negatif di pasar Asia masih belum sepenuhnya mereda.

Koreksi Kemarin Masih Menjadi Beban Pasar

Pada perdagangan Rabu (29/7), harga karet mengalami tekanan cukup tajam di sejumlah bursa utama Asia.

Di Jepang, kontrak karet Osaka sempat menyentuh level terendah dalam sekitar satu bulan. Di China, kontrak SHFE juga turun lebih dari 2%, sementara harga karet sintetis (butadiene rubber) kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan tersebut ikut menyeret sentimen terhadap karet alam karena kedua komoditas tersebut saling bersaing sebagai bahan baku industri ban.

Tekanan juga terlihat pada pasar fisik Thailand. Harga bahan baku maupun RSS3 mengalami penurunan seiring membaiknya kondisi cuaca yang mendukung aktivitas penyadapan sehingga pasokan bahan baku meningkat.

Data Impor China Justru Menunjukkan Pasokan Semakin Longgar

Salah satu faktor yang cukup diperhatikan pasar adalah kenaikan impor karet alam China selama Juni 2026.

Impor mencapai sekitar 483 ribu ton, meningkat 14,29% dibanding Mei dan naik 4,27% dibanding Juni tahun lalu. Volume tersebut bahkan berada di atas rata-rata lima tahun terakhir untuk periode yang sama.

Kenaikan impor ini terutama berasal dari meningkatnya pasokan TSR dan RSS setelah negara-negara produsen Asia Tenggara memasuki musim penyadapan yang lebih stabil. Walaupun sebagian besar volume tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri ban, data tersebut tetap memberikan sinyal bahwa ketersediaan pasokan global mulai membaik sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap kelangkaan bahan baku.

Di sisi lain, impor lateks dan mixed rubber masih relatif lemah karena permintaan produk industri ringan belum pulih sepenuhnya. Secara keseluruhan, kondisi tersebut membuat keseimbangan pasar saat ini cenderung lebih longgar dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Permintaan Industri Ban Masih Belum Kuat

Dari sisi permintaan, pasar masih dibayangi perlambatan industri otomotif global.

Data penjualan kendaraan ringan dunia selama Januari–Juni 2026 menunjukkan penurunan sekitar 3,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap konsumsi ban baru sehingga permintaan karet alam belum mampu meningkat signifikan.

Aktivitas pabrik ban di China juga memasuki periode musiman yang relatif lebih sepi selama musim panas sehingga kebutuhan bahan baku tidak seagresif pada awal tahun. Hal inilah yang membuat kenaikan pasokan belum diimbangi peningkatan konsumsi secara seimbang.

Pasokan Thailand Menjadi Faktor Penekan

Cuaca yang relatif kondusif di Thailand dalam beberapa pekan terakhir memungkinkan aktivitas penyadapan berjalan lebih lancar.

Peningkatan produksi bahan baku menyebabkan harga pembelian lateks maupun bahan baku lainnya mengalami penyesuaian turun. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap harga kontrak berjangka karena pasar melihat risiko kekurangan pasokan mulai berkurang.

Meski demikian, pelaku pasar masih tetap mengawasi perkembangan cuaca di Asia Tenggara. Gangguan hujan ekstrem sewaktu-waktu masih berpotensi mengurangi hari penyadapan dan kembali memperketat pasokan.

Analisis Teknikal: Pasar Memasuki Area Konsolidasi

Dari data historis SICOM TSR20 sepanjang 2026 yang Anda lampirkan, terlihat bahwa:

  • Harga sempat mencapai puncak 234,5 sen pada awal Juni.

  • Setelah itu terjadi koreksi tajam hingga 208,6 sen pada akhir Juni.

  • Sepanjang Juli harga sempat pulih ke kisaran 219 sen, namun gagal menembus kembali area tersebut.

  • Dua hari terakhir kembali terjadi koreksi ke 213,5 sen.

Dikombinasikan dengan grafik terbaru yang Anda kirim sebelumnya, terlihat bahwa momentum kenaikan mulai melemah setelah beberapa kali gagal menembus area resistensi di sekitar 218–220 sen. Volume transaksi dan posisi terbuka (open interest) juga belum menunjukkan sinyal kuat masuknya dana baru ke pasar, sehingga reli lanjutan masih memerlukan konfirmasi tambahan.

Perkiraan Hari Ini (Analisis Teknikal – Bukan Jaminan)

Disclaimer: Analisis teknikal hanya merupakan interpretasi pola harga historis dan bukan merupakan kepastian arah pasar.

Selama tidak muncul berita fundamental baru yang signifikan, pergerakan SICOM TSR20 hari ini diperkirakan masih cenderung sideways dengan bias melemah.

Perkiraan rentang pergerakan:

  • Support utama: sekitar 212–213 sen/kg

  • Support berikutnya: sekitar 210–211 sen/kg

  • Resistance terdekat: sekitar 215–216 sen/kg

  • Resistance kuat: sekitar 218–220 sen/kg

Apabila level 213 sen mampu dipertahankan, pasar berpeluang bergerak mendatar sambil menunggu arah baru. Namun apabila tekanan jual meningkat dan level tersebut ditembus, harga berpotensi kembali menguji area psikologis 210 sen/kg.

Sebaliknya, untuk mengubah sentimen menjadi lebih positif, harga perlu kembali menembus kisaran 216–218 sen/kg disertai peningkatan volume transaksi agar membuka peluang menuju area 220 sen/kg.

Prospek Jangka Pendek

Secara keseluruhan, kondisi fundamental saat ini masih menunjukkan pasokan yang lebih longgar dibanding permintaan, sehingga tekanan terhadap harga masih cukup terasa.

Meski demikian, penurunan harga diperkirakan juga memiliki batas karena memasuki kuartal IV biasanya industri ban mulai meningkatkan pembelian untuk memenuhi kebutuhan produksi akhir tahun. Selain itu, risiko cuaca di negara produsen utama tetap menjadi faktor yang dapat mengubah keseimbangan pasar sewaktu-waktu.

Dengan demikian, untuk perdagangan hari ini pelaku pasar diperkirakan masih akan mengadopsi strategi wait and see, sementara kecenderungan sideways hingga sedikit melemah masih menjadi skenario yang paling mungkin terjadi, selama belum ada katalis fundamental baru yang mampu mengubah sentimen pasar.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI