|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Kembali Tertekan! TSR20 Anjlok 5,6 Poin, Pasar Mulai Uji Level 230-an

Harga Karet Kembali Tertekan! TSR20 Anjlok 5,6 Poin, Pasar Mulai Uji Level 230-an

Medan, 14 September 2026 — Pasar karet alam kembali mendapat tekanan pada perdagangan Senin (14/9/2026). Hingga pukul 13.20 WIB, kontrak SICOM-TSR20 Oktober berada di level 237,6, turun 5,6 poin dari posisi settlement Jumat lalu sebesar 243,2.

Tekanan juga terlihat di pasar karet berjangka China. Kontrak RU (RSS3) SHFE Januari 2027, yang menjadi kontrak paling aktif, berada di 18.935 yuan per ton, melemah 405 poin atau sekitar 2,09 persen.

Penurunan yang terjadi hampir bersamaan di Singapura dan Shanghai menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada satu bursa.

Kondisi tersebut juga tercermin pada saham sektor karet di China. Hainan Rubber kembali mendapat tekanan setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Dari Reli ke Koreksi

Koreksi kali ini sebenarnya tidak datang secara tiba-tiba. Harga TSR20 telah mengalami kenaikan yang cukup panjang sejak awal tahun.

Berdasarkan data perdagangan yang dipantau, TSR20 berada di 181,7 pada 2 Januari 2026. Harga kemudian bergerak naik secara bertahap dan sempat mencapai 249,9 pada 9 September.

Artinya, sebelum koreksi terbaru, TSR20 telah mengalami kenaikan sekitar 37,5 persen dari awal tahun hingga titik tertingginya tersebut.

Kenaikan yang cukup cepat tersebut kemudian membuka ruang bagi pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan.

Setelah menyentuh 249,9 pada 9 September, harga turun menjadi 246 pada 10 September dan kembali melemah ke 243,2 pada Jumat (11/9). Pada Senin siang ini, penurunan berlanjut hingga 237,6.

Dengan demikian, dari puncak 249,9 pada 9 September ke 237,6 siang ini, TSR20 telah terkoreksi sekitar 4,9 persen.

Namun demikian, harga saat ini masih sekitar 30,8 persen lebih tinggi dibandingkan posisi awal tahun. Karena itu, penurunan beberapa hari terakhir belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren besar harga karet telah berubah menjadi bearish.

Weekly Review: Kenaikan Hampir Terhapus

Pergerakan satu minggu terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup jelas.

Pada 7 September, TSR20 berada di 241,9. Sehari kemudian harga melonjak ke 249 dan kembali naik ke 249,9 pada 9 September.

Namun setelah mencapai level tersebut, pasar justru berbalik arah.

Pada 10 September harga turun ke 246 dan pada 11 September kembali turun menjadi 243,2.

Secara weekly hingga Jumat, harga masih mencatat kenaikan sekitar 0,54 persen dibandingkan 7 September.

Akan tetapi, apabila menggunakan harga sementara 237,6 pada Senin siang ini, kenaikan mingguan tersebut telah berubah menjadi penurunan sekitar 1,8 persen.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa momentum kenaikan yang sebelumnya sangat kuat mulai kehilangan tenaga.

Mengapa Harga Karet Terkoreksi?

Salah satu faktor utama adalah profit taking atau aksi ambil untung setelah harga mengalami kenaikan cukup besar.

Ketika harga komoditas bergerak naik secara cepat, sebagian trader dan investor biasanya mulai mengamankan keuntungan. Tekanan jual dapat semakin besar apabila pembeli baru mulai menunggu harga yang lebih murah.

Faktor kedua adalah kekhawatiran terhadap kemampuan permintaan menyerap harga tinggi.

Karet alam terutama digunakan untuk kebutuhan industri, khususnya ban kendaraan. Ketika harga bahan baku meningkat tajam, produsen ban dan industri hilir biasanya menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian.

China menjadi perhatian khusus karena negara tersebut merupakan salah satu konsumen karet alam terbesar dunia. Pelemahan kontrak RU di SHFE pada saat yang sama dengan penurunan TSR20 memberikan sinyal bahwa pasar China juga sedang menghadapi tekanan.

Faktor ketiga adalah pergerakan pasokan dan cuaca di negara produsen.

Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Hujan berlebihan dapat mengganggu kegiatan penyadapan, sementara kondisi cuaca yang lebih baik dapat meningkatkan pasokan ke pasar.

Karena itu, pasar karet saat ini menghadapi dua kekuatan yang berlawanan: pasokan yang tidak selalu longgar di satu sisi, tetapi permintaan yang mulai lebih selektif di sisi lain.

Fundamental Global Masih Menjadi Penyangga

Meski harga terkoreksi, fundamental karet alam belum menunjukkan perubahan drastis menjadi negatif.

Data Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) menunjukkan produksi karet alam global masih menghadapi tekanan pada periode tertentu, sementara konsumsi dunia tetap diperkirakan tumbuh.

ANRPC memperkirakan konsumsi karet alam dunia pada 2026 sekitar 15,356 juta ton, naik sekitar 0,4 persen. Pertumbuhan tersebut terutama tetap ditopang kebutuhan industri ban dan otomotif.

Dengan kata sederhana, dunia masih membutuhkan karet dalam jumlah besar.

Masalahnya, pertumbuhan permintaan tersebut tidak berarti harga harus terus naik setiap hari. Setelah harga mengalami reli besar, pasar tetap membutuhkan koreksi atau konsolidasi untuk mencari keseimbangan baru.

Di sisi pasokan, produksi karet juga bersifat musiman. Kondisi cuaca di Thailand, Indonesia, Malaysia dan negara produsen lainnya dapat menyebabkan pasokan ke pasar berubah dari waktu ke waktu.

Inilah sebabnya fundamental karet saat ini lebih tepat digambarkan sebagai masih cukup mendukung, tetapi tidak cukup kuat untuk mencegah koreksi jangka pendek.

Harga Fisik Masih Tinggi

Harga fisik karet di Thailand juga masih menunjukkan bahwa komoditas tersebut berada pada level relatif tinggi.

Harga STR20 Thailand pada 11 September berada di kisaran 83 baht/kg, sementara RSS berada di kisaran 92 baht/kg.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa koreksi di pasar berjangka belum serta-merta berarti harga fisik karet di negara produsen ikut jatuh dengan besaran yang sama.

Perbedaan tersebut penting bagi petani dan pelaku usaha karet karena harga yang diterima di tingkat kebun tidak hanya ditentukan oleh satu kontrak berjangka, tetapi juga dipengaruhi jenis karet, kualitas, nilai tukar, biaya pengolahan, permintaan pabrik dan kondisi pasar lokal.

Hainan Rubber Ikut Tertekan

Tekanan pasar karet juga terlihat pada saham Hainan Rubber, salah satu perusahaan karet alam besar di China.

Saham tersebut sebelumnya mengalami kenaikan cukup tajam sebelum kemudian berbalik turun.

Data yang beredar menunjukkan saham Hainan Rubber turun sekitar 5 persen pada perdagangan Senin. Pada perdagangan sebelumnya saham tersebut juga telah mengalami tekanan cukup besar.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa investor saham China juga sedang melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan harga yang cukup agresif.

Data kepemilikan kuartal II menunjukkan terdapat satu dana investasi yang menempatkan saham Hainan Rubber sebagai salah satu portofolio utamanya, dengan kepemilikan sekitar 318.900 saham atau sekitar 4 persen dari nilai aset bersihnya.

Dengan penurunan harga saham hari ini, posisi tersebut tentunya ikut mengalami penurunan nilai.

Namun, pergerakan saham Hainan Rubber tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan arah harga karet dunia karena harga saham juga dipengaruhi kondisi pasar modal China, valuasi perusahaan, sentimen investor serta kinerja korporasi.

TA: Level 234–235 Jadi Pertahanan Pertama

Secara teknikal, koreksi hari ini mulai memasuki wilayah yang perlu diperhatikan.

Setelah gagal bertahan di area 249–250, harga kemudian turun melewati 246 dan 243.

Dengan posisi sementara 237,6, area 234–235 menjadi support terdekat yang patut dicermati.

Jika pembeli mampu mempertahankan area tersebut, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka.

Namun jika 234–235 ditembus dengan tekanan jual yang kuat, harga berpotensi bergerak menuju 232–233.

Di bawahnya terdapat area yang lebih penting, yakni sekitar 228–230.

Area 228–230 menjadi penting karena berada di sekitar wilayah perdagangan akhir Agustus dan awal September. Jika harga sampai masuk ke zona tersebut, koreksi sudah cukup dalam dan sebagian besar kenaikan awal September telah terhapus.

Perkiraan Pergerakan Hari Ini

Disclaimer: Perkiraan teknikal ini hanya merupakan pembacaan berdasarkan pola harga dan data yang tersedia, bukan kepastian arah pasar dan bukan rekomendasi transaksi. Pergerakan aktual dapat berbeda karena sentimen pasar, volume transaksi, nilai tukar, cuaca maupun berita fundamental.

Dengan harga pukul 13.20 WIB sebesar 237,6, skenario yang dapat dipantau hingga penutupan adalah:

Skenario utama:
Harga bergerak di kisaran 234–238.

Jika tekanan jual bertambah:
Harga berpotensi menguji 232–234.

Jika koreksi semakin ekstrem:
Area 228–230 dapat menjadi sasaran berikutnya.

Sebaliknya, apabila buyer mampu mendorong harga kembali melewati 240–243, tekanan jual jangka pendek mulai berkurang.

Level 243 khususnya menjadi penting karena sebelumnya merupakan area yang berhasil dipertahankan sebelum harga kembali naik menuju 249,9.

Koreksi Sehat atau Awal Kejatuhan Lebih Dalam?

Untuk sementara, koreksi ini lebih tepat disebut sebagai koreksi setelah reli panjang, bukan bukti bahwa fundamental karet telah berubah menjadi buruk.

Harga TSR20 masih berada jauh di atas level awal tahun. Konsumsi global juga masih diperkirakan tumbuh, sementara produksi karet alam tetap menghadapi faktor musiman dan cuaca.

Tetapi pasar sekarang sedang menghadapi pertanyaan penting: seberapa tinggi harga dapat bertahan sebelum pembeli industri mulai mengurangi pembelian?

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut akan menentukan apakah koreksi berhenti di sekitar 234–230 atau berkembang menjadi penurunan yang lebih panjang.

Bagi pelaku usaha karet di Indonesia, pergerakan SICOM TSR20 dan SHFE hari ini menjadi perhatian utama. Kedua pasar sama-sama melemah lebih dari 2 persen pada siang ini, sehingga tekanan yang terjadi cukup luas.

Namun, belum tepat pula jika penurunan hari ini langsung dianggap sebagai awal dari kehancuran harga karet.

Kunci perdagangan berikutnya berada pada kemampuan TSR20 mempertahankan area 234–235.

Jika bertahan, pasar masih berpeluang membentuk konsolidasi dan melakukan rebound.

Jika jebol, perhatian berikutnya akan bergeser ke 232–230, dengan 228–229 sebagai zona yang patut diwaspadai apabila tekanan jual semakin kuat.

Dengan kata lain, 237,6 saat ini merupakan wilayah persimpangan: pasar sedang menentukan apakah koreksi cukup sampai di sini atau harus mencari dasar yang lebih rendah sebelum buyer kembali masuk.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI