|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Terus Tertekan, SICOM-TSR20 Jatuh ke 234,8 Sen — Profit Taking Berlanjut, Harga Mulai Mendekati Level Bawah

Harga Karet Terus Tertekan, SICOM-TSR20 Jatuh ke 234,8 Sen — Profit Taking Berlanjut, Harga Mulai Mendekati Level Bawah

Medan, 15 September 2026 — Harga karet kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa sore. Koreksi yang terjadi sehari sebelumnya ternyata belum berakhir. Hingga sekitar pukul 15.20 WIB, kontrak SICOM-TSR20 Oktober terpantau berada di 234,8 sen AS/kg, turun sekitar 3,2 sen.

Sementara itu, kontrak karet alam paling aktif Januari 2027 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) berada di 18.720 yuan per ton, melemah 330 yuan atau sekitar 1,73%. Data tersebut memperlihatkan tekanan jual tidak hanya terjadi di Singapura, tetapi juga merambat ke pasar berjangka utama Asia.

Koreksi kali ini menjadi semakin penting karena SICOM-TSR20 sebelumnya sudah mengalami penurunan dari 243,2 sen pada 11 September menjadi 238,3 sen pada 14 September, sebelum kembali turun ke 234,8 sen pada sore ini. Dengan demikian, dalam dua sesi terakhir harga telah kehilangan sekitar 8,4 sen atau 3,5%.

Setelah Rally Tajam, Pasar Masuk Fase Profit Taking

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami profit taking atau aksi ambil untung setelah kenaikan tajam pada awal September.

SICOM-TSR20 sempat bergerak dari 241,9 sen pada 7 September menjadi 249,0 sen pada 8 September dan mencapai 249,9 sen pada 9 September. Setelah itu harga berbalik turun menjadi 246,0 sen pada 10 September, 243,2 sen pada 11 September, 238,3 sen pada 14 September, dan kini 234,8 sen pada 15 September.

Artinya, pasar bukan sekadar mengalami penurunan satu hari, tetapi sudah membentuk rangkaian koreksi selama beberapa sesi.

Tekanan tersebut juga sejalan dengan perkembangan di bursa Asia. Pada perdagangan Senin, kontrak karet Januari di SHFE turun 1,91% menjadi 18.970 yuan per ton. Kontrak karet Osaka juga melemah dan mencapai level terendah sekitar satu bulan, sementara kontrak SICOM November tercatat turun.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual saat ini cukup nyata. Namun, belum berarti tren kenaikan jangka menengah otomatis berakhir.

Mengapa Profit Taking Terjadi?

Ada beberapa alasan yang membuat pelaku pasar mulai mengurangi posisi setelah rally sebelumnya.

Pertama, harga sudah naik sangat cepat sehingga sebagian pelaku pasar memilih mengunci keuntungan. Kenaikan SICOM-TSR20 dari kisaran 219 sen pada pertengahan Agustus menuju hampir 250 sen pada awal September merupakan kenaikan yang cukup besar dalam waktu relatif singkat.

Kedua, kenaikan sebelumnya banyak dibangun oleh kekhawatiran terhadap cuaca dan ekspektasi penurunan produksi akibat El Niño, bukan karena konsumsi karet secara tiba-tiba melonjak.

Ekspektasi tersebut memang menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga. Kondisi El Niño yang kuat meningkatkan kekhawatiran terhadap cuaca panas dan kering di kawasan produsen karet Asia Tenggara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu penyadapan dan produksi karet.

Namun persoalannya, ekspektasi penurunan produksi belum sepenuhnya berubah menjadi penurunan produksi aktual. Inilah yang membuat pasar memiliki ruang untuk melakukan koreksi setelah kenaikan harga sebelumnya banyak didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan di masa mendatang.

Fundamental Belum Sepenuhnya Mendukung Harga Tinggi

Dari sisi pasokan, pasar memang menghadapi risiko yang cukup serius. Asia Tenggara saat ini berada pada periode produksi karet yang relatif tinggi. Dalam kondisi normal, pasokan musiman cenderung meningkat.

Namun, cuaca panas dan kering dapat mengganggu aktivitas penyadapan dan produksi lateks. Karena itu, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan berkurangnya produksi pada kuartal IV 2026 hingga awal 2027.

Masalahnya, saat ini belum terlihat bukti penurunan produksi dalam skala besar. Dengan kata lain, yang sedang diperdagangkan pasar masih lebih banyak berupa ekspektasi terhadap kondisi pasokan ke depan.

Hal inilah yang membuat harga karet menjadi sangat sensitif. Jika kondisi cuaca benar-benar memburuk dan produksi turun, kekhawatiran pasokan dapat kembali mendorong harga. Sebaliknya, jika kondisi cuaca membaik atau penurunan produksi tidak sebesar perkiraan, tambahan harga akibat kekhawatiran cuaca dapat berkurang dengan cepat.

Permintaan Masih Menjadi Titik Lemah

Dari sisi permintaan, gambarnya belum terlalu kuat.

Data yang tersedia menunjukkan aktivitas industri ban China masih menghadapi tekanan. Tingkat utilisasi perusahaan ban baja tercatat menurun, sementara pembelian karet alam oleh produsen ban juga melemah karena tingginya harga bahan baku.

Laporan sebelumnya juga menunjukkan tingkat operasi pabrik ban semi-baja berada di bawah rata-rata historis, sedangkan ban baja masih relatif lebih baik. Namun, permintaan akhir secara keseluruhan belum menunjukkan lonjakan yang cukup kuat.

Dengan kata lain, harga karet naik lebih cepat daripada kemampuan permintaan untuk menyerap kenaikan tersebut.

Ini penting. Jika harga bahan baku terus tinggi tetapi penjualan ban tidak meningkat secara signifikan, produsen ban memiliki kecenderungan menahan pembelian dan mengurangi persediaan. Kondisi tersebut dapat membatasi ruang kenaikan harga karet.

SICOM-TSR20: Harga Mulai Mendekati Level Bawah

Secara teknikal, area 233–235 sen/kg sekarang menjadi zona yang sangat penting.

Menariknya, data perdagangan SICOM menunjukkan harga sebelumnya pernah berada di sekitar 232,8 sen pada 2–3 September, sebelum kemudian melonjak menuju 249,9 sen.

Dengan harga sore ini di 234,8 sen, pasar praktis sudah kembali mendekati area tersebut.

Jika area 233–235 sen mampu bertahan dan muncul pembelian kembali, koreksi dapat mulai mereda dan pasar berpeluang melakukan technical rebound, atau kenaikan kembali setelah sebelumnya turun cukup dalam.

Sebaliknya, apabila 232–233 sen ditembus dengan tekanan jual yang kuat, ruang penurunan berikutnya dapat terbuka menuju kisaran 230 sen, bahkan area yang lebih rendah apabila sentimen profit taking semakin agresif.

Untuk sesi hari ini, area 233–235 sen merupakan batas bawah yang perlu diperhatikan.

Perkiraan Pergerakan Harga

Dengan mempertimbangkan penurunan dua sesi berturut-turut, momentum profit taking masih terlihat cukup kuat. Belum terdapat bukti yang memadai dari data harga yang tersedia bahwa pembeli telah mengambil alih secara meyakinkan.

Namun, semakin dekat harga ke area 233–235 sen, semakin besar pula peluang munculnya pembelian teknikal.

Perkiraan teknikal — bukan kepastian harga:

  • Level bawah terdekat: 233–235 sen/kg

  • Jika level bawah ditembus: sekitar 230 sen/kg

  • Batas kenaikan pertama: 238–240 sen/kg

  • Batas kenaikan berikutnya: 243–245 sen/kg

Jika harga mampu bertahan di sekitar 233–235 sen, peluang rebound teknikal terbuka. Tetapi jika area tersebut ditembus secara tegas, koreksi berpotensi berlanjut menuju sekitar 230 sen/kg.

Disclaimer: Perkiraan teknikal di atas merupakan pembacaan berdasarkan pola harga dan data historis, bukan kepastian arah pasar. Harga komoditas dapat berubah cepat akibat cuaca, nilai tukar, harga minyak mentah, posisi spekulatif, data produksi, dan perkembangan permintaan.

Kesimpulan: Tren Besar Belum Rusak, Tetapi Koreksi Belum Selesai

Koreksi SICOM-TSR20 pada 15 September lebih tepat dibaca sebagai koreksi dalam tren kenaikan yang sebelumnya sangat cepat, bukan langsung sebagai tanda bahwa tren bullish telah berakhir.

Fundamental jangka menengah masih mempunyai penopang berupa risiko El Niño, cuaca kering, potensi gangguan produksi, serta kekhawatiran terhadap pasokan. Namun, fundamental jangka pendek belum menunjukkan kekurangan pasokan yang cukup kuat untuk membenarkan kenaikan harga tanpa jeda.

Karena itu, pasar sekarang memasuki fase penting: apakah koreksi hanya profit taking setelah rally, atau berubah menjadi pembalikan tren?

Jawabannya kemungkinan besar akan ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di sekitar 233–235 sen/kg. Jika area tersebut bertahan, koreksi berpeluang mulai kehilangan tenaga. Tetapi jika level tersebut jebol, pasar dapat melanjutkan penurunan dan menguji area 230 sen/kg.

Untuk saat ini, profit taking masih dominan dan kekuatannya masih cukup terasa. Belum terlihat cukup bukti bahwa rebound sudah terbentuk. Pelaku pasar sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa harga sudah mencapai titik terendah hanya karena penurunan telah berlangsung beberapa sesi.

Perhatian utama selanjutnya adalah reaksi harga di area 233–235 sen/kg. Bertahan di area tersebut akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai melemah. Sebaliknya, penembusan ke bawah akan menunjukkan bahwa koreksi masih memiliki tenaga untuk berlanjut.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI