|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Rebound Dua Hari Beruntun, TSR20 Dekati 241 Sen — Mampukah Tembus 250?

Harga Karet Rebound Dua Hari Beruntun, TSR20 Dekati 241 Sen — Mampukah Tembus 250?

Medan, 17 September 2026 — Harga karet kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan siang ini. Setelah sempat mengalami tekanan cukup tajam pada pekan sebelumnya, SICOM-TSR20 melanjutkan rebound untuk hari kedua, sementara kontrak karet Shanghai juga bergerak menguat. Kondisi ini membuat perhatian pasar kembali tertuju pada peluang harga TSR20 menguji area 250 US cents/kg.

Berdasarkan pemantauan pada pukul 12.02 WIB, kontrak SICOM-TSR20 berada di 240,8 US cents/kg, naik 2 sen. Sementara kontrak RSS3 (RU) paling aktif Januari 2027 di SHFE berada di 19.095 yuan/ton, naik 250 yuan.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual yang sebelumnya mendominasi mulai mereda. Namun, penguatan saat ini masih perlu dilihat sebagai fase pemulihan harga, belum otomatis menandakan bahwa tren kenaikan jangka pendek telah sepenuhnya kembali.

Dua Hari Rebound, Tekanan Profit Taking Mulai Mereda

Data pergerakan SICOM-TSR20 menunjukkan harga turun dari 249,9 sen pada 9 September hingga mencapai 236,0 sen pada 15 September. Koreksi tersebut cukup dalam setelah harga sebelumnya berada dekat level 250 sen.

Pada 16 September harga kembali naik menjadi 238,8 sen, kemudian pada perdagangan 17 September hingga pukul 12.02 WIB telah mencapai 240,8 sen.

Dengan demikian, dalam dua sesi terakhir harga telah mengalami pemulihan sekitar 4,8 sen, atau sekitar 2% dari penutupan 15 September.

Rebound ini menjadi menarik karena datang setelah koreksi yang cukup tajam. Kondisi tersebut menunjukkan aksi ambil untung (profit taking) yang sebelumnya menekan harga mulai kehilangan kekuatan.

Namun, rebound belum dapat dianggap sepenuhnya aman. Harga masih harus menghadapi area 243–245 sen. Kemampuan menembus dan bertahan di atas zona tersebut akan menjadi indikator penting apakah penguatan dapat berlanjut menuju 250 sen.

Thailand Menjadi Salah Satu Pemicu Rebound

Salah satu katalis penting saat ini berasal dari sisi pasokan. Kondisi cuaca di Thailand menjadi perhatian pasar karena potensi hujan lebat dan banjir pada periode 17–21 September dapat mengganggu aktivitas penyadapan, pengumpulan, dan pengangkutan bahan baku karet.

Bagi pasar karet, gangguan cuaca pada periode produksi aktif dapat memengaruhi kelancaran pasokan. Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap harga karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pasokan fisik tidak secepat perkiraan sebelumnya.

Harga bahan baku karet Thailand juga masih berada pada level relatif tinggi. Kondisi ini menunjukkan tekanan dari sisi biaya produksi belum sepenuhnya mereda dan dapat menjadi salah satu faktor pendukung harga karet di pasar regional.

Stok China Terus Menjadi Penopang

Faktor lain yang masih menjadi perhatian adalah perkembangan persediaan di China.

Hingga 13 September, stok karet alam di Qingdao untuk perdagangan umum dan bonded tercatat sekitar 603.200 ton, turun sekitar 15.800 ton atau 2,56% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan stok bonded mencapai sekitar 5,21%.

Persediaan karet berjangka di bursa Shanghai juga berada dalam tren pengurangan. Kondisi tersebut memberikan sinyal bahwa persediaan yang tersedia di salah satu pusat konsumsi karet terbesar dunia masih mengalami penyusutan.

China merupakan konsumen karet terbesar dunia. Karena itu, perkembangan stok di negara tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan industri.

ANRPC: Pasar Masih Menghadapi Defisit

Dari sisi fundamental global, kondisi pasar masih memberikan alasan bagi harga untuk mendapatkan dukungan.

Namun, terdapat pembaruan penting terhadap angka ANRPC. Angka yang beredar mengenai defisit sekitar 280 ribu ton berasal dari proyeksi sebelumnya.

Dalam laporan resmi ANRPC Juli 2026, produksi karet alam dunia 2026 diproyeksikan sekitar 15,279 juta ton, sedangkan konsumsi sekitar 15,356 juta ton.

Dengan proyeksi tersebut, pasar global masih mengalami defisit sekitar 77 ribu ton.

Meskipun defisit tersebut lebih kecil dibandingkan angka 280 ribu ton yang banyak dikutip, arah fundamentalnya tetap penting: konsumsi global masih diproyeksikan lebih besar daripada produksi.

Permintaan karet terutama tetap ditopang industri ban dan otomotif. China, India, Malaysia, serta sejumlah negara konsumen lainnya menjadi bagian penting dari permintaan global.

Apakah Profit Rebound Masih Kuat?

Untuk perdagangan siang ini, indikasinya masih cukup positif. Harga tidak hanya bertahan di atas penutupan kemarin, tetapi juga bergerak dari 238,8 sen pada 16 September menjadi 240,8 sen pada 17 September pukul 12.02 WIB.

Dengan demikian, rebound masih berjalan dan harga telah kembali mendekati area 241 sen.

Namun, terdapat faktor yang perlu diperhatikan, yaitu likuiditas kontrak Oktober SICOM-TSR20 yang dipantau relatif rendah. Data pemantauan menunjukkan volume sekitar 66 kontrak.

Karena itu, pergerakan kontrak Oktober sebaiknya tidak dibaca sendirian. Konfirmasi dari kontrak SICOM lainnya, perkembangan SHFE, harga fisik Asia Tenggara, serta volume perdagangan akan lebih membantu untuk menilai apakah rebound memiliki tenaga lanjutan.

Di sisi lain, kontrak RSS3 Januari 2027 di SHFE tetap berada di 19.095 yuan/ton, naik 250 yuan, sehingga penguatan juga terlihat pada pasar Shanghai.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa rebound saat ini memiliki beberapa pendukung sekaligus: koreksi sebelumnya sudah cukup dalam, tekanan profit taking mulai mereda, stok China menurun, dan kekhawatiran pasokan Thailand meningkat.

Peluang Menuju 250 Sen Mulai Terbuka

Secara teknikal, area 250 sen/kg masih menjadi resistance penting.

SICOM-TSR20 sebelumnya mencapai 249,9 sen pada 9 September, kemudian terkoreksi hingga 236 sen pada 15 September.

Dengan posisi 240,8 sen, harga kini hanya membutuhkan kenaikan sekitar 9,1 sen, atau sekitar 3,8%, untuk kembali menguji level 250.

Jika rebound mampu menembus 243–245 sen dengan momentum pembelian yang semakin kuat, peluang menuju 248–250 sen menjadi semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila harga gagal melewati 243–245 sen dan kembali berada di bawah 238 sen, rebound berpotensi kehilangan tenaga dan pasar dapat kembali menguji area 235–236 sen.

Perkiraan Level SICOM-TSR20 Hari Ini

Secara teknikal semata, dengan catatan bahwa analisis ini dapat keliru dan bukan kepastian pergerakan harga:

  • Support: 238–236

  • Support berikutnya: 232–233

  • Resistance awal: 243–245

  • Resistance kuat: 248–250

  • Target rebound: 250 sen/kg

Untuk perdagangan 17 September, area 240–243 sen menjadi zona yang penting diamati pada sisa sesi.

Jika harga mampu bertahan di atas 240 sen dan kemudian menembus 243–245 sen, peluang mengarah ke 248–250 sen semakin terbuka.

Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 238 sen, pasar perlu mewaspadai kemungkinan rebound kehilangan momentum.

Fundamental Mendukung, Tetapi Pasar Belum Bebas Risiko

Secara keseluruhan, kondisi saat ini memperlihatkan kombinasi yang cukup mendukung harga karet. Stok China menurun, cuaca Thailand berpotensi mengganggu pasokan, harga bahan baku relatif tinggi, dan proyeksi ANRPC masih menunjukkan konsumsi lebih besar daripada produksi.

Faktor-faktor tersebut memberikan dasar bagi harga untuk bertahan setelah mengalami koreksi.

Di sisi lain, kenaikan sebelumnya hingga mendekati 250 sen telah menghasilkan aksi ambil untung yang cukup besar. Karena itu, perjalanan menuju 250 kemungkinan tidak selalu berlangsung lurus. Pasar tetap dapat mengalami koreksi pendek ketika harga mendekati resistance.

Data tahun berjalan menunjukkan bahwa SICOM-TSR20 mengalami kenaikan dari sekitar 218 sen pada awal Agustus hingga 249,9 sen pada awal September, sebelum terkoreksi menuju 236 sen.

Dengan rebound kembali ke 240,8 sen saat ini, pasar sedang mencoba membangun kembali momentum setelah koreksi tersebut.

Kesimpulannya, rebound dua hari berturut-turut menunjukkan tekanan profit taking mulai mereda. Fundamental jangka pendek juga kembali memberikan dukungan, terutama dari potensi gangguan pasokan Thailand dan penurunan stok China. Selama area 238–236 sen tidak ditembus ke bawah, peluang pengujian kembali 245 sen lalu 250 sen masih terbuka.

Namun, 250 sen tetap merupakan resistance penting. Sebelum mencapai level tersebut, pasar perlu melewati 243–245 sen dan menunjukkan bahwa momentum pembelian masih cukup kuat.

Disclaimer: Analisis teknikal dan proyeksi level harga di atas merupakan analisis berdasarkan data yang tersedia hingga sekitar pukul 12.02 WIB, bukan jaminan pergerakan harga. Pasar karet sangat dipengaruhi cuaca, nilai tukar, permintaan industri, stok, kondisi ekonomi global, serta sentimen pasar sehingga harga dapat bergerak di luar perkiraan.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI