Harga Karet Rebound Dua Hari, TSR20 Dekati 245 Sen—Mampukah Tembus 250?
Pasokan masih memberi dukungan, tetapi permintaan China dan volume perdagangan menjadi rem kenaikan
Harga karet alam kembali menguat pada perdagangan pagi, Rabu (23/9/2026), melanjutkan rebound yang sudah berlangsung selama dua sesi. Kontrak SICOM-TSR20 Oktober pada pemantauan sekitar pukul 09.31 WIB berada di 244,3 sen/kg, naik 2,6 sen atau sekitar 1,08%.
Kenaikan tersebut memperpanjang pemulihan dari posisi 238,0 sen/kg pada 21 September menjadi 241,7 sen/kg pada 22 September dan kemudian 244,3 sen/kg pada pagi ini. Artinya, dalam dua sesi, TSR20 telah menguat sekitar 2,65%.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual yang sebelumnya menekan harga mulai mereda. Namun, rebound dua hari belum otomatis menandakan terbentuknya tren kenaikan baru yang kuat. Harga masih harus melewati beberapa area penting untuk membuktikan bahwa pembelian mulai kembali dominan.
Pasokan Masih Menjadi Penopang
Dari sisi fundamental, pasar karet masih memperoleh dukungan dari persoalan pasokan. Data industri karet terbaru menunjukkan produksi karet alam global pada Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk periode Januari–Juli 2026, produksi karet alam global diperkirakan sekitar 5,56 juta ton, turun sekitar 1,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi cuaca juga masih menjadi perhatian. Musim hujan di sejumlah wilayah produsen Asia Tenggara diperkirakan mengalami keterlambatan, sementara fenomena El Niño berpotensi mempertahankan kondisi lebih kering di sejumlah wilayah hingga akhir tahun dan awal 2027.
Bagi pasar karet, kondisi tersebut penting karena perubahan cuaca dapat memengaruhi aktivitas penyadapan, produksi lateks, dan pasokan bahan baku ke pabrik.
Namun, pengaruh cuaca terhadap harga perlu dilihat secara hati-hati. Jika kondisi cuaca membaik dan aktivitas produksi kembali normal, sebagian premi risiko pasokan dapat berkurang.
Persediaan Mulai Menurun
Data persediaan juga memberikan dukungan terhadap harga.
Persediaan karet alam di kawasan Qingdao pada pekan 18 September tercatat sekitar 585.300 ton, turun dari sekitar 603.200 ton pada pekan sebelumnya.
Penurunan persediaan menunjukkan pasokan fisik yang tersedia di salah satu pusat perdagangan dan penyimpanan utama China mulai berkurang.
Ini menjadi salah satu faktor yang membuat penurunan harga karet tidak berlangsung terlalu dalam setelah tekanan jual sebelumnya.
Namun, penurunan persediaan belum cukup untuk menghapus kekhawatiran mengenai permintaan. Pasar tetap membutuhkan bukti bahwa konsumsi akhir, khususnya industri ban, mampu menyerap pasokan secara berkelanjutan.
Permintaan China Masih Menjadi Rem
Sementara itu, sektor hilir China masih menunjukkan kondisi yang relatif beragam.
Tingkat operasi pabrik ban baja dan ban radial di China pada pekan 17 September masing-masing berada sekitar 59,89% dan 64,94%. Angka tersebut menurun dan masih berada di bawah periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi ban China pada Agustus mencapai sekitar 103,46 juta unit, turun tipis sekitar 0,3% secara tahunan. Namun, akumulasi Januari–Agustus masih meningkat sekitar 1,5% menjadi lebih dari 811 juta unit.
Dengan demikian, permintaan karet tidak dapat dikatakan sepenuhnya lemah. Industri ban tetap berproduksi, tetapi pertumbuhannya belum cukup kuat untuk memberikan dorongan besar terhadap harga.
Pasar otomotif China juga memperlihatkan gambaran yang serupa. Produksi dan penjualan kendaraan pada Agustus memang meningkat dibandingkan Juli, tetapi masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, ekspor kendaraan China tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Artinya, aktivitas industri otomotif masih memberikan dukungan terhadap konsumsi karet, tetapi permintaan domestik China menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang kenaikan harga.
Menjelang Libur, Aktivitas Pasar Bisa Menurun
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah periode libur panjang di China.
Menjelang Mid-Autumn Festival dan National Day, sebagian pelaku industri cenderung mengurangi posisi dan mengatur persediaan. Sejumlah pabrik ban juga berpotensi melakukan penghentian produksi sementara.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan aktivitas perdagangan dan permintaan fisik menjadi lebih rendah dalam jangka pendek.
Karena itu, kenaikan harga saat ini lebih tepat dibaca sebagai kombinasi antara meredanya aksi profit taking, dukungan dari sisi pasokan, penurunan persediaan, serta pemulihan teknikal.
Belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa pasar telah memasuki fase bullish baru.
Bagaimana Peluang Menuju 250 Sen?
Dari sisi teknikal, posisi 244,3 sen/kg mulai mendekati area resistance penting.
Area 245 sen/kg menjadi level pertama yang perlu diperhatikan. Jika harga mampu melewati 245 dan bertahan, perhatian berikutnya berada di sekitar 248–250 sen/kg.
Area 250 sen/kg menjadi penting karena sebelumnya harga sempat bergerak mendekati level tersebut sebelum mengalami koreksi tajam.
Jika 250 berhasil ditembus dan harga mampu bertahan di atasnya, ruang kenaikan berikutnya secara teknikal dapat terbuka menuju sekitar 252–255 sen/kg.
Sebaliknya, apabila harga kembali gagal melewati 245–248, kemungkinan terjadi konsolidasi tetap terbuka.
Untuk sisi bawah, 242 sen/kg menjadi support terdekat. Di bawahnya terdapat area 240 sen/kg, kemudian 238–236 sen/kg.
Dengan posisi sekarang, selama TSR20 masih bertahan di atas 240–242 sen/kg, struktur rebound jangka pendek masih relatif terjaga.
Volume Belum Memberikan Konfirmasi Kuat
Pada pemantauan pagi ini, volume kontrak Oktober yang terlihat sekitar 232. Angka tersebut belum memberikan konfirmasi kuat bahwa kenaikan harga telah didukung peningkatan aktivitas perdagangan.
Karena itu, pasar perlu melihat apakah kenaikan berlanjut disertai peningkatan volume dan kemampuan harga bertahan di atas resistance.
Jika harga naik tetapi aktivitas perdagangan tetap tipis, risiko kenaikan yang cepat berbalik masih perlu diperhitungkan.
Apakah Profit Taking Sudah Berakhir?
Tekanan profit taking tampaknya memang mulai berkurang setelah harga mengalami koreksi dari area sekitar 250 sen/kg menuju 236–238 sen/kg.
Namun, belum ada kepastian bahwa seluruh tekanan jual telah selesai.
Investor yang sebelumnya masuk pada harga lebih rendah masih memiliki ruang untuk merealisasikan keuntungan ketika harga mendekati resistance. Kondisi ini dapat membuat area 245–250 menjadi zona perdagangan yang cukup aktif.
Dengan demikian, kenaikan dua hari terakhir lebih tepat dilihat sebagai rebound yang sedang diuji, bukan sebagai konfirmasi akhir pembalikan tren.
Prospek Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, area 245 sen/kg menjadi titik perhatian pertama.
Jika mampu ditembus dan bertahan, peluang menguji 248–250 sen/kg semakin terbuka. Penembusan 250 dengan dukungan volume yang lebih kuat akan menjadi sinyal yang lebih konstruktif untuk pergerakan selanjutnya.
Sebaliknya, jika harga kembali tertahan di 245–248 dan kemudian turun di bawah 242, rebound berpotensi kehilangan momentum dan pasar dapat kembali menguji area 240 hingga 238 sen/kg.
Dengan kondisi fundamental saat ini, target 250 sen/kg masih memungkinkan, tetapi jalurnya belum bebas hambatan. Pasokan yang relatif ketat dan risiko cuaca memberikan dukungan, sementara permintaan China yang belum kuat, aktivitas industri ban yang melemah menjelang libur, serta potensi aksi ambil untung menjadi faktor pembatas.
Catatan: Analisis teknikal di atas merupakan estimasi berdasarkan pergerakan harga dan data yang tersedia saat pemantauan, bukan kepastian arah harga. Pergerakan aktual dapat berubah mengikuti volume, sentimen pasar, data fundamental, nilai tukar, harga minyak, serta perkembangan pasokan dan permintaan global.