Karet Dunia Makin Panas, SICOM-TSR20 Tembus 255 Sen: Stok Menyusut, Hujan Thailand Perkuat Tekanan Pasokan
Medan, 25 September 2026 — Harga karet alam kembali menunjukkan penguatan. Pada Jumat siang, SICOM-TSR20 melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, memperlihatkan bahwa tekanan beli masih cukup kuat meski harga telah berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada pemantauan pukul 14.26 WIB, kontrak SICOM-TSR20 Oktober berada di 255,5 sen AS per kilogram, naik 1,5 sen atau sekitar 0,59 persen.
Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan Kamis (24/9), ketika SICOM-TSR20 ditutup di sekitar 254 sen/kg. Sehari sebelumnya, 23 September, harga berada di 249,5 sen/kg.
Dalam dua hari, harga telah naik sekitar 6 sen/kg atau 2,4 persen. Jika dibandingkan dengan posisi 18 September di 236,8 sen/kg, SICOM-TSR20 telah menguat sekitar 7,9 persen dalam satu pekan.
Stok Menyusut Jadi Bahan Bakar Kenaikan
Salah satu faktor utama yang saat ini menopang harga adalah semakin ketatnya kondisi persediaan karet di China.
Laporan Huatai Futures mencatat stok karet alam sosial China turun 17.841 ton menjadi 585.363 ton. Persediaan karet alam di Qingdao juga turun sekitar 17.183 ton menjadi 1,109 juta ton.
Penurunan stok tersebut terjadi bersamaan dengan masih tingginya harga bahan baku di negara produsen utama Asia. Kondisi ini membuat pasar semakin sensitif terhadap gangguan pasokan.
Data impor China juga memberikan gambaran serupa. Impor karet alam China pada Agustus turun 6,7 persen secara tahunan menjadi 486 ribu ton, sekaligus menjadi level terendah untuk bulan Agustus dalam enam tahun.
Dengan impor yang lebih rendah dan stok yang terus menyusut, pasar fisik China saat ini memberikan dukungan terhadap harga karet.
Hujan Thailand Menahan Pasokan
Cuaca juga kembali menjadi perhatian.
Hujan di sejumlah wilayah Thailand masih mengganggu aktivitas penyadapan karet. Departemen Meteorologi Thailand memperingatkan hujan lebat hingga sangat lebat dan risiko banjir bandang sampai 27 September.
Bagi industri karet, gangguan hujan dapat langsung mempengaruhi jumlah lateks yang dapat dikumpulkan petani. Ketika penyadapan terganggu, pasokan bahan baku ke pabrik menjadi lebih lambat dan harga bahan baku cenderung bertahan tinggi.
Kondisi tersebut terlihat dari harga bahan baku Thailand yang masih kuat. Dalam laporan Huatai Futures, harga cup lump dan sheet Thailand tercatat meningkat.
Selain hujan, pasar juga terus memperhatikan risiko cuaca yang dikaitkan dengan El Niño, yang dapat mempengaruhi produksi di sejumlah wilayah produsen.
Produksi Dunia Naik, Tetapi Pasokan Belum Terasa Longgar
Secara tahunan, produksi karet dunia sebenarnya diperkirakan meningkat.
ANRPC memperkirakan produksi karet alam global 2026 naik 2,1 persen menjadi 15,279 juta ton. Konsumsi dunia diperkirakan naik 0,4 persen menjadi 15,356 juta ton.
Artinya, konsumsi global yang diproyeksikan sedikit lebih tinggi daripada produksi tetap menjadi salah satu faktor yang membuat pasar tidak mudah menjadi longgar.
Namun, angka produksi tahunan tidak otomatis berarti pasokan tersedia dalam jumlah cukup setiap saat. Gangguan cuaca, distribusi dan penurunan stok dapat membuat pasar mengalami keketatan pasokan dalam jangka pendek.
Kondisi seperti inilah yang sedang diperhatikan pasar.
Permintaan Belum Sekuat Pasokan
Di sisi lain, permintaan belum memberikan dukungan yang sama kuat.
Tingkat operasi pabrik ban China mengalami penurunan menjelang libur panjang. Huatai Futures mencatat tingkat operasi ban radial baja sekitar 61,52 persen, sedangkan ban semi-steel sekitar 65,17 persen.
Sebagian pabrik juga melakukan perawatan dan pengurangan produksi. Kondisi ini membuat pembelian bahan baku belum meningkat secara agresif.
Data industri otomotif China juga menunjukkan pasar kendaraan penumpang domestik menghadapi tekanan. Namun, ekspor kendaraan, terutama kendaraan energi baru, masih tumbuh kuat.
Sementara itu, ekspor ban China Januari–Agustus masih meningkat dari sisi volume. Ini menunjukkan permintaan global terhadap produk ban masih ada, tetapi produsen menghadapi tekanan biaya sehingga kemampuan menyerap kenaikan harga bahan baku menjadi terbatas.
Rebound Masih Kuat, Tetapi Kecepatan Mulai Melambat
Dari sisi teknikal, rebound SICOM-TSR20 masih terlihat kuat.
Harga naik dari 236,8 sen/kg pada 18 September menjadi 255,5 sen/kg pada 25 September, atau sekitar 7,9 persen.
Namun, kenaikan cepat tersebut mulai memasuki fase yang membutuhkan perhatian.
Pada 23 September harga naik dari 241,7 menjadi 249,5 sen/kg. Kemudian pada 24 September naik menjadi sekitar 254 sen/kg. Pada pemantauan 14.26 WIB hari ini, harga berada di 255,5 sen/kg.
Artinya, harga masih mencetak kenaikan, tetapi tambahan kenaikannya mulai mengecil.
Kondisi tersebut belum cukup untuk mengatakan rebound melemah. Justru selama harga tetap bertahan di atas area 250–254 sen, struktur kenaikan masih terjaga.
Namun, semakin tinggi harga bergerak dalam waktu singkat, semakin besar pula peluang munculnya profit taking.
Dengan demikian, situasi saat ini lebih tepat disebut rebound masih kuat, tetapi risiko profit taking mulai meningkat.
255–260 Sen Jadi Area Penentu
Secara teknikal, area 255–260 sen/kg kini menjadi zona penting.
Harga sudah berada di sekitar 255,5 sen/kg. Jika mampu bertahan dan menembus 257–260 sen, pasar berpotensi menguji area 262–265 sen/kg.
Sebaliknya, apabila aksi ambil untung meningkat dan harga turun kembali di bawah 254 sen, perhatian akan beralih ke 252 sen, kemudian 250 sen/kg sebagai support psikologis.
Perkiraan SICOM-TSR20 Hari Ini
Skenario teknikal, bukan kepastian harga:
Harga pemantauan 14.26 WIB: 255,5 sen/kg
Support: 252–254
Support psikologis: 250
Resistance: 257–260
Resistance berikutnya: 262–265
Jika bertahan >255: peluang menguji 257–260
Jika tembus 260: peluang menuju 262–265
Jika turun <252: risiko koreksi menuju 250
Untuk perdagangan hari ini, secara teknikal area 257–260 sen/kg menjadi target kenaikan yang masih realistis untuk diuji, sementara 250–252 sen/kg menjadi area yang perlu diperhatikan apabila profit taking muncul.
Kenaikan Kini Diuji oleh Pasokan dan Profit Taking
Kenaikan SICOM-TSR20 saat ini memiliki dukungan fundamental yang cukup jelas: stok China dan Qingdao terus turun, impor China melemah, harga bahan baku Asia tetap tinggi, dan hujan masih mengganggu penyadapan Thailand.
Di sisi lain, pasar juga menghadapi sejumlah hambatan. Produksi global diperkirakan meningkat, pabrik ban China menurunkan tingkat operasi menjelang libur panjang, dan permintaan jangka pendek belum menunjukkan lonjakan yang sebanding dengan kenaikan harga.
Karena itu, pasar karet kini memasuki fase penting.
Jika gangguan pasokan berlanjut dan stok terus turun, harga memiliki dasar untuk mempertahankan level tinggi. Tetapi jika cuaca membaik dan pasokan kembali lancar ketika permintaan masih lemah, ruang untuk profit taking akan semakin terbuka.
Untuk sementara, rebound SICOM-TSR20 masih kuat. Harga 255,5 sen/kg menunjukkan pembeli belum kehilangan kendali, tetapi pasar mulai berada di zona yang semakin tinggi sehingga volatilitas dan aksi ambil untung perlu diwaspadai.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada kemampuan SICOM mempertahankan 255 sen, kemudian apakah mampu menembus 260 sen/kg.
Catatan: Analisis teknikal dan kisaran harga di atas merupakan perkiraan berdasarkan data yang tersedia hingga pemantauan 25 September 2026 pukul 14.26 WIB, bukan kepastian harga maupun rekomendasi transaksi. Pergerakan aktual dapat berubah mengikuti cuaca, pasokan, stok, kondisi China, pasar energi, nilai tukar dan sentimen global.