Harga Karet Terkoreksi Tajam, SICOM-TSR20 Turun ke 245 Sen/kg — Profit Taking Kembali Menguat
MEDAN, 29 September 2026 — Harga karet alam kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Setelah mencatat kenaikan sangat cepat dalam beberapa sesi sebelumnya, pasar kini memasuki fase koreksi dengan penurunan yang cukup tajam.
Pantauan pada 15.03 WIB menunjukkan kontrak SICOM-TSR20 Oktober berada di 245 sen AS/kg, turun 7,4 sen atau sekitar 2,93 persen. Sementara itu, kontrak karet alam RSS3 (RU) Januari 2027 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) berada di 19.010 yuan per ton, turun 445 yuan atau 2,29 persen.
Penurunan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual kembali menguat setelah harga sempat mencapai 256,20 sen/kg pada 25 September. Pada 28 September, SICOM-TSR20 masih berada di 252,40 sen/kg.
Dengan demikian, dari puncak 25 September hingga pantauan siang ini, SICOM-TSR20 telah terkoreksi sekitar 9,6 sen atau 3,75 persen.
Koreksi setelah reli panjang
Pergerakan harga sepanjang September memperlihatkan bahwa pasar sebelumnya mengalami kenaikan yang sangat cepat.
SICOM-TSR20 bergerak dari 236,0 sen/kg pada 14 September menjadi 254,0 sen pada 24 September dan kemudian mencapai 256,20 sen pada 25 September.
Kenaikan tersebut membuat posisi harga berada jauh di atas level perdagangan pada sebagian besar periode sebelumnya. Karena itu, ketika momentum kenaikan mulai melemah, pelaku pasar yang telah memperoleh keuntungan mempunyai ruang untuk melakukan profit taking, atau merealisasikan keuntungan.
Kondisi ini menjadi salah satu penjelasan paling masuk akal untuk tekanan yang muncul kembali hari ini.
Namun, koreksi tidak hanya berasal dari profit taking. Pasar juga sedang menghadapi persoalan permintaan jangka pendek, terutama dari China.
Permintaan China menjadi tekanan jangka pendek
Memasuki akhir September, industri ban China menghadapi periode aktivitas yang lebih rendah menjelang libur panjang.
Data dari Asosiasi Karet Alam China menunjukkan industri ban domestik belum memperoleh penguatan permintaan seperti yang biasanya diharapkan pada periode "September ramai". Hingga pertengahan September, tingkat operasi ban baja masih sekitar 58 persen dan ban radial sekitar 65 persen. Sejumlah perusahaan ban juga telah menjadwalkan penghentian produksi dan pemeliharaan selama rangkaian libur pertengahan musim gugur dan National Day.
Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi karet karena sebagian besar permintaan karet alam berkaitan dengan industri ban.
Artinya, ketika pabrik ban mengurangi aktivitas, kebutuhan pembelian bahan baku dalam jangka pendek ikut berkurang.
Inilah yang membuat kenaikan harga karet menghadapi hambatan setelah reli panjang.
Fundamental pasokan belum menunjukkan pelemahan besar
Meski harga futures terkoreksi, fundamental pasokan karet belum berubah menjadi negatif secara drastis.
Data ANRPC terbaru yang tersedia menunjukkan produksi karet alam dunia 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 15,279 juta ton, naik 2,1 persen dari 2025. Namun, produksi bulanan Juli 2026 justru tercatat 1,321 juta ton, turun 5,15 persen dibanding Juli 2025.
Di sisi konsumsi, permintaan global 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 15,356 juta ton, naik 0,4 persen. Pada Juli, konsumsi mencapai sekitar 1,297 juta ton dan naik 0,8 persen secara tahunan. ANRPC juga mencatat permintaan dari sektor ban dan kendaraan listrik masih menjadi salah satu penopang konsumsi.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa pasar karet belum berada dalam situasi kelebihan pasokan yang sangat besar.
Produksi memang diperkirakan meningkat sepanjang tahun, tetapi peningkatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan konsumsi.
Karena itu, koreksi harga saat ini tidak otomatis berarti fundamental karet telah berubah menjadi bearish.
Stok Qingdao masih memberikan dukungan
Faktor lain yang masih menjadi penyangga adalah persediaan di China.
Data hingga 27 September 2026 menunjukkan total stok karet alam di kawasan Qingdao, baik bonded maupun general trade, berada di sekitar 575.200 ton, turun 10.100 ton atau 1,73 persen dibanding periode sebelumnya.
Stok bonded turun 3,77 persen menjadi 58.700 ton, sedangkan stok general trade turun 1,49 persen menjadi 516.500 ton.
Penurunan stok ini belum berarti China sedang mengalami kekurangan karet.
Namun, data tersebut juga belum menunjukkan adanya penumpukan persediaan besar yang biasanya menjadi tekanan kuat terhadap harga.
Dengan kata lain, stok masih memberikan bantalan terhadap penurunan harga yang terlalu dalam.
Banjir Thailand: ada pengaruh, tetapi jangan dibesar-besarkan
Banjir Thailand juga menjadi perhatian pasar dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah Thailand. Otoritas meteorologi Thailand sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, termasuk di wilayah selatan, serta risiko banjir bandang dan luapan air.
Pada akhir September, banjir bahkan meluas ke puluhan provinsi dan mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi.
Namun, belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa banjir tersebut telah menyebabkan gangguan besar terhadap produksi karet Thailand secara nasional.
Ini penting karena tidak semua wilayah yang mengalami banjir merupakan sentra utama produksi karet.
Bagi pasar karet, dampak banjir akan menjadi lebih signifikan apabila hujan dan genangan secara langsung mengganggu aktivitas penyadapan, pengumpulan lateks, pengangkutan bahan baku, atau operasi pabrik pengolahan di sentra produksi.
Untuk saat ini, faktor cuaca lebih tepat dipandang sebagai risiko terhadap kelancaran pasokan jangka pendek, bukan sebagai bukti bahwa produksi Thailand telah mengalami penurunan besar.
Tetapi cuaca tetap menjadi faktor yang perlu dipantau
Meskipun belum bisa disebut sebagai penyebab utama koreksi hari ini, perkembangan cuaca di Asia Tenggara tetap penting.
Produksi karet alam sangat bergantung pada aktivitas penyadapan. Hujan yang terlalu deras dapat membuat penyadapan tidak optimal dan mengganggu pengangkutan bahan baku dari kebun ke tempat pengolahan.
Sebaliknya, apabila curah hujan mulai berkurang di wilayah produksi, sebagian hambatan pasokan dapat berangsur mereda.
Karena itu, pasar sekarang berada dalam posisi yang menarik: pasokan musiman mulai membaik, tetapi cuaca masih berpotensi mengganggu kelancarannya.
Harga bahan baku masih relatif kuat
Data harga bahan baku Thailand yang tersedia juga belum menunjukkan pelemahan besar.
Pada 28 September, harga bahan baku di sejumlah wilayah produksi masih mengalami kenaikan. Field latex tercatat sekitar 82,50 baht/kg, sedangkan cup lump sekitar 76,00 baht/kg.
Kenaikan harga bahan baku tersebut menunjukkan bahwa tekanan pada pasar futures belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi pelemahan pada tingkat petani atau bahan baku.
Dengan demikian, terdapat perbedaan antara harga kontrak futures yang sedang melakukan koreksi dan fundamental fisik yang masih relatif kuat.
Perbedaan seperti ini biasanya membuat koreksi perlu dibaca dengan hati-hati.
Harga minyak juga masih menjadi faktor pendukung
Selain faktor pasokan dan permintaan, pasar karet turut dipengaruhi harga minyak karena karet sintetis merupakan salah satu produk yang bersaing dengan karet alam dalam industri ban.
Ketika harga minyak meningkat, biaya produksi karet sintetis cenderung ikut meningkat sehingga karet alam relatif mendapatkan dukungan.
ANRPC dalam laporan terbarunya juga menyoroti tingginya volatilitas harga energi dan ketidakpastian geopolitik sebagai faktor yang mempengaruhi pasar karet 2026.
Namun, faktor minyak saat ini belum cukup untuk menahan tekanan jual ketika pasar futures sedang melakukan aksi ambil untung.
Apakah ini awal perubahan tren?
Belum tentu.
Secara sederhana, penurunan dari 256,20 menuju 246,60 sen/kg memang cukup besar untuk disebut sebagai koreksi, tetapi belum otomatis menjadi bukti bahwa tren kenaikan yang terbentuk sejak Agustus telah berakhir.
Yang lebih penting sekarang adalah seberapa jauh koreksi berlangsung dan apakah pembeli kembali masuk pada area harga yang lebih rendah.
Jika harga mampu menemukan dukungan dan kembali bergerak di atas 249–250 sen/kg, tekanan jual dapat mulai berkurang.
Sebaliknya, jika 246–247 sen/kg tidak mampu bertahan, pasar berpotensi mencari titik keseimbangan baru yang lebih rendah.
Perkiraan level SICOM-TSR20 hari ini
Berdasarkan rangkaian harga SICOM-TSR20 2026 yang tersedia, terdapat beberapa area yang patut diperhatikan.
Area 249–250 sen/kg menjadi resistance terdekat. Area ini sebelumnya merupakan zona perdagangan penting sebelum harga bergerak naik menuju 254–256 sen.
Di bawah harga sekarang, 243–244 sen/kg menjadi area dukungan berikutnya.
Jika tekanan jual semakin besar dan 243 sen/kg gagal dipertahankan, pasar berpotensi bergerak menuju 240–241 sen/kg.
Sebaliknya, jika terjadi rebound dan harga kembali melewati 250 sen/kg, ruang pemulihan menuju 252–254 sen/kg terbuka.
Untuk perdagangan hari ini, dengan posisi 246,6 sen/kg pada pukul 14.25 WIB, kisaran 243–250 sen/kg menjadi zona yang paling penting untuk diamati.
Skenario penutupan yang masih masuk akal secara teknikal adalah 244–249 sen/kg, dengan risiko penurunan menuju 240–243 sen/kg apabila tekanan jual meningkat pada sesi akhir.
Sementara itu, apabila pembelian kembali muncul secara kuat, harga dapat mencoba kembali ke 249–252 sen/kg.
Disclaimer teknikal
Perkiraan level di atas merupakan pembacaan teknikal sederhana berdasarkan data historis SICOM-TSR20 yang tersedia dan bukan prediksi pasti maupun rekomendasi transaksi. Pergerakan harga komoditas dapat berubah cepat akibat cuaca, nilai tukar, harga minyak, kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi China, posisi spekulan, serta perkembangan pasar regional dan global.
Koreksi belum menghapus fundamental yang masih menopang
Kondisi pasar karet pada 29 September dapat dirangkum dalam dua sisi.
Di satu sisi, harga sudah naik terlalu cepat, sehingga profit taking menjadi wajar. Permintaan jangka pendek China juga menghadapi tekanan akibat libur panjang dan penghentian sementara sejumlah pabrik ban. Kondisi tersebut memberikan alasan bagi pasar untuk melakukan koreksi.
Di sisi lain, fundamental pasokan belum menunjukkan perubahan yang sangat bearish. Stok Qingdao justru turun, harga bahan baku masih relatif tinggi, dan konsumsi global masih diproyeksikan tumbuh pada 2026. Data ANRPC juga menunjukkan bahwa penurunan produksi bulanan masih terjadi di tengah periode pemulihan produksi musiman.
Karena itu, penurunan SICOM-TSR20 hari ini lebih tepat dibaca sebagai koreksi setelah reli panjang yang diperkuat oleh pelemahan permintaan jangka pendek, bukan sebagai tanda bahwa seluruh fundamental karet tiba-tiba memburuk.
Pasar kini memasuki fase yang lebih menentukan.
Jika area 243–244 sen/kg mampu bertahan, koreksi berpeluang menjadi konsolidasi sebelum pasar menentukan arah berikutnya. Namun jika area tersebut ditembus dengan tekanan jual besar, ruang koreksi menuju 240–241 sen/kg terbuka.
Sebaliknya, kemampuan harga kembali menembus 249–250 sen/kg akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda.
Dengan kata lain, setelah reli hingga 256,20 sen/kg, pasar karet memang sedang mengambil napas — tetapi belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa tren kenaikan jangka menengah telah berakhir.
Saya sudah mengeluarkan Reuters, Thai Rubber Association, dan Thai Latex Association sebagai sumber maupun rujukan dari naskah. Untuk kondisi fundamental, saya prioritaskan ANRPC, data stok Qingdao, Asosiasi Karet Alam China, serta Departemen Meteorologi Thailand.