|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
News Icon

BERITA TERKINI

KPPU Sebut Kekuatan Tawar Petani Karet Sumut Akan Naik Jika Bentuk Koperasi

KPPU Sebut Kekuatan Tawar Petani Karet Sumut Akan Naik Jika Bentuk Koperasi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I Ridho Pamungkas mengatakan, kekuatan tawar petani di Sumatra Utara akan semakin naik di hadapan pembeli yakni industri jika membentuk koperasi.

 "Dengan koperasi, petani memiliki daya tawar untuk menjual karetnya kepada pembeli," ujar Kepala KPPU Kanwil I Ridho Pamungkas di Medan, Minggu (19/5/2024).

 Ridho menilai penggabungan para petani karet di dalam koperasi perlu dilakukan dan digalakkan.

 Selain dapat memiliki kuasa penuh atas karet produksinya, koperasi juga mempunyai daya untuk bermitra dengan pembeli karet mereka atau pelaku industri.

 "Dengan demikian, petani bisa menjual karetnya langsung ke industri, tidak harus melewati 'middle man'," kata Ridho.

KPPU menduga "middle man" atau perantara ini menjadi salah satu pihak yang berperan dalam mengatur harga karet sehingga nilainya jatuh.

 Harga yang semakin rendah, membuat petani jadi terpaksa menjual produksi karetnya ke salah satu pihak.

Hal tersebut menimbulkan penjualan hanya dilakukan pada pihak tertentu saja, dan pembeli lain tidak mendapatkan pasokan.

Berdasarkan catatan KPPU Kanwil I, setidak-tidaknya ada 10 pabrik pengolah karet yang tutup di Sumut. "Kami sedang menelusuri hal itu," ujar Ridho.

Pada Juni 2023, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan, mulai dari tahun 2017 volume ekspor karet Indonesia turun rata-rata 10 persen setiap tahun.

 Tahun 2017 Indonesia mengekspor sekitar 3,3 juta ton karet, tetapi lima tahun kemudian turun menjadi sekitar 2,1 juta ton. Bahkan, kondisi tersebut membuat Indonesia terpaksa mengimpor sekitar 100 ribu ton karet setiap tahunnya.

Baca juga: Butuh tenaga kerja terbaik untuk bisnismu? Cari di sini!

Sedangkan berdasarkan catatan perusahaan rantai pasok dan agribisnis nasional Gokomodo, pada tahun 2022, Sumatra Utara merupakan provinsi penghasil karet terbesar kedua di Indonesia setelah Sumatra Selatan.

 Sepanjang periode tersebut, Sumut menghasilkan 321.600 ton karet dan Sumsel 913.400 ton karet, kemudian tiga provinsi penghasil karet terbanyak lainnya yaitu Jambi (317.600 ton), Riau (307.300 ton) dan Kalimantan Barat (255.800 ton).

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI