|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
News Icon

BERITA TERKINI

Kinerja Ekspor Karet Sumut pada Agustus 2025 Stagnan

Kinerja Ekspor Karet Sumut pada Agustus 2025 Stagnan

Bisnis.com, MEDAN – Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara (Sumut) menyebut kinerja ekspor karet alam dari wilayah ini periode Agustus 2025 mengalami stagnasi bahkan cenderung turun.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah menyampaikan volume ekspor karet Sumut pada Agustus 2025 sebesar 19.765 ton.

“Volume ekspor kita bulan Agustus turun tipis dibandingkan bulan Juli 2025 yang mencapai 19.786 ton,” kata Edy, Selasa (30/9/2025).

Secara tahunan, ekspor karet alam dari Sumut juga tercatat turun hingga 12,2% (Year-on-Year/YoY). Pada Agustus 2024, Sumut membukukan ekspor karet sebanyak 22.522 ton. Edy menyebut penurunan signifikan ini mengindikasikan kondisi pasar yang masih menantang bagi para eksportir.

Meski kinerja ekspor karet Sumut saat ini masih jauh dari masa kejayaannya dulu yang bisa tembus rata-rata 42 ribu ton per bulan, Sumut terbilang tetap mampu mempertahankan peran strategisnya sebagai salah satu pemasok karet alam global.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2024, Indonesia menduduki peringkat kedua negara produsen dan pengekspor karet terbesar di dunia setelah Thailand dengan (data sementara) produksi karet wilayah ini sebanyak 2,26 juta ton.

Edy menjelaskan stagnasi volume ekspor dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, seperti delay shipment, berkurangnya permintaan dari buyer, hingga pasokan karet alam yang rendah akibat musim hujan.

Dia menyebut banyak petani karet yang mengurangi aktivitas penyadapan karena kondisi produksi menurun.

Selain itu, motivasi petani untuk merawat kebun maupun menyadap karet juga amat dipengaruhi oleh harga karet yang belum stabil.

Adapun harga karet pada Agustus 2025 menunjukkan perbaikan dengan rata-rata harga sebesar 169,84 sen AS. Pada penutupan 29 September kemarin, harga karet mencapai 172,9 sen AS.

“Perbaikan harga memberikan sedikit optimisme bagi produsen dan eksportir,” tambahnya.

Karet alam dari Sumatra Utara diekspor ke 26 negara. Sebelas diantaranya ialah negara-negara Eropa yang menyumbang sekitar 9,19% dari total produksi global.

Rincian kontribusi negara Eropa adalah sebagai berikut: Belanda 0,10%; Finlandia 0,20%; Bulgaria 0,20%; Perancis 0,21%; Belgia 0,51%; Slovenia 0,51%; Rumania 0,71%; Polandia 1,02%; Jerman 1,84%; Spanyol 1,84%; dan Italia 2,05%.

Sementara itu, lima negara non-Eropa yang menjadi tujuan utama ekspor Sumut yaitu: Jepang sebanyak 35,33%; India 11,39%; Brasil 10,91%; Amerika Serikat 9,26%; dan Cina 8,29% dari total volume ekspor. (240)

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI