|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
News Icon

BERITA TERKINI

Ekspor Karet Sumut Kembali Melemah pada November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Kembali Melemah pada November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Medan, mediaperkebunan.id — Kinerja ekspor karet

alam asal Sumatera Utara (Sumut) pada November 2025 kembali menunjukkan

pelemahan. Total volume ekspor tercatat 19.182 ton, turun dibandingkan

20.694 ton pada Oktober 2025 dan juga lebih rendah dibanding 21.162 ton

pada November 2024. Edy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif GAPKINDO Sumut

menyatakan hal ini.

Secara bulanan, volume ekspor karet Sumut pada November 2025

mengalami penurunan ?7,3% (MoM) dibanding Oktober 2025. Sementara secara

tahunan, ekspor tercatat turun ? 9,4% (YoY) dibandingkan November 2024.

Dengan capaian tersebut, kinerja ekspor masih jauh di bawah kondisi

normal bulanan yang dalam situasi pasar stabil dapat mencapai ±42 ribu

ton per bulan, mencerminkan tekanan yang berkelanjutan pada industri

karet daerah. Meskipun pengapalan masih dilakukan ke 23 negara tujuan,

penurunan volume menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan belum pulih

secara signifikan.

Pelemahan ekspor karet Sumut pada November 2025 terutama dipengaruhi

oleh berkurangnya permintaan global, yang hingga saat ini masih menjadi

faktor dominan. Sejumlah negara importir utama masih menahan pembelian

seiring perlambatan industri hilir, khususnya sektor otomotif, serta

tingginya stok di tingkat manufaktur.

Penundaan penerapan EU Deforestation Regulation (EUDR) selama satu

tahun memberikan ruang penyesuaian bagi pelaku usaha, namun belum cukup

mendorong pemulihan permintaan secara cepat. Importir Eropa masih

bersikap hati-hati sambil menunggu kepastian teknis dan mekanisme

implementasi regulasi tersebut.

Dari sisi pasokan, ketersediaan karet alam Sumut masih tergolong

rendah. Penurunan produksi kebun karet yang terjadi sejak Oktober

berlanjut hingga November, terutama dipengaruhi oleh curah hujan tinggi

yang menyebabkan banyak petani tidak melakukan penyadapan.

Selain faktor produksi, volume ekspor November juga tertekan oleh delay shipment akibat gangguan logistik. Banjir yang terjadi pada 27–28 November 2025 mengakibatkan:

  • Terganggunya operasional sejumlah pabrik karet, minimnya pasokan

    BOKAR karena banyaknya jalan yang tergenang air banjir dan jalan yang

    putus

  • Depo kontainer di kawasan pelabuhan mengalami hambatan aktivitas,
  • Akses jalan menuju pelabuhan tidak dapat dilalui secara optimal akibat genangan.

Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan pengiriman dan sebagian volume ekspor tertunda ke periode berikutnya.

Dari sisi harga, pasar karet menunjukkan pelemahan tipis. Rata-rata

harga karet pada November 2025 tercatat 171,95 sen AS per kg, turun 0,05

sen AS dibandingkan Oktober 2025. Meski demikian, harga sempat

menunjukkan perbaikan menjelang akhir bulan, dengan harga penutupan pada

30 November 2025 berada di level 179,9 sen AS per kg.

Struktur pasar ekspor karet Sumatera Utara pada November 2025 masih

sangat terkonsentrasi. Jepang tetap menjadi tujuan utama dengan pangsa

36,67%, diikuti Amerika Serikat 21,78%, China 11,61%, Brazil 5,43%, dan

Spanyol 2,99%. Kelima negara tersebut menyerap lebih dari 78% total

ekspor, menegaskan ketergantungan pada pasar-pasar utama tradisional.

Ekspor ke kawasan Eropa pada November 2025 melibatkan 11 negara,

dengan total kontribusi sekitar 13,4% terhadap keseluruhan ekspor.

Spanyol menjadi tujuan terbesar di Eropa dengan pangsa 2,99%, disusul

Italia 1,81%, Jerman 1,70%, Rumania 1,69%, dan Prancis 1,39%. Negara

Eropa lainnya seperti Luksemburg dan Kroasia masing-masing berkontribusi

0,53%, sementara Bulgaria, Serbia, dan Belanda berada di kisaran 0,21%,

serta Inggris dengan porsi 0,11%. Komposisi ini menunjukkan bahwa pasar

Eropa masih aktif namun kontribusinya relatif terbatas dibanding Asia

dan Amerika.

Kinerja ekspor karet Sumut pada November 2025 mencerminkan kondisi

industri yang masih berada di bawah tekanan. Melemahnya permintaan

global, pasokan kebun yang terbatas akibat faktor cuaca, serta gangguan

logistik akibat banjir menjadi faktor utama penurunan ekspor. Meskipun

terdapat penundaan EUDR dan perbaikan harga di akhir bulan, pemulihan

volume ekspor diperkirakan membutuhkan waktu seiring stabilisasi cuaca,

pemulihan infrastruktur logistik, dan membaiknya permintaan global.


SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI