Pasar Karet Global Berfluktuasi di Awal 2026
Medan, 9 Februari 2026 — Pasar karet alam global memasuki awal 2026 dengan pergerakan harga yang fluktuatif. Ketatnya pasokan yang bersifat musiman memberi dukungan harga, namun pelemahan permintaan industri hilir menjelang libur Tahun Baru Imlek membatasi penguatan lebih lanjut.
Laporan Natural Rubber Market Weekly mencatat pasokan global mulai menyusut, terutama dari Thailand dan Vietnam, seiring masuknya periode tapping holiday di sejumlah wilayah produksi utama. Di Thailand, tapping holiday merupakan periode istirahat penyadapan yang dilakukan secara terencana, baik dengan penghentian total di kebun tertentu maupun pengurangan frekuensi sadap di wilayah lainnya. Periode ini umumnya berlangsung pada Februari hingga April, dipengaruhi musim kemarau dan fase gugur daun tanaman karet. Sebelumnya, produksi berada pada level tinggi saat Golden Season pada Agustus–September, kemudian memasuki fase transisi Silver Season pada Oktober–November, sebelum produksi menurun lebih lanjut.
Kondisi ketatnya pasokan tersebut mendorong kenaikan harga bahan baku, khususnya di Thailand, sehingga memberikan dukungan pada harga karet alam di pasar spot maupun berjangka.
Dari sisi permintaan, aktivitas industri hilir melemah. Tingkat operasi pabrik ban di China menurun, sementara pabrik berbasis lateks—termasuk sarung tangan dan busa—banyak yang mengurangi produksi atau menghentikan operasi sementara menjelang libur panjang.
Secara global, data International Rubber Study Group (IRSG) menunjukkan konsumsi karet dunia pada kuartal III 2025 menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski secara tahunan masih mencatat pertumbuhan tipis. Produksi karet alam tetap meningkat, sementara sektor karet sintetis masih tertekan oleh lemahnya permintaan.
Dengan kombinasi pasokan yang mengetat secara musiman dan permintaan yang belum pulih, pasar karet alam diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dalam jangka pendek, sambil menunggu arah baru dari faktor makroekonomi dan pemulihan konsumsi industri.