Harga Karet Asia Melemah
Medan, 13 Februari 2026 – Harga karet di pasar Asia kembali melemah, tertekan oleh penguatan yen Jepang dan melambatnya permintaan otomotif di Tiongkok. Kontrak karet pengiriman Juli di Osaka Exchange turun ke kisaran 348 yen per kilogram. Penguatan yen membuat kontrak berbasis mata uang Jepang menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga mengurangi minat beli dan menekan harga.
Tekanan serupa juga terjadi di Tiongkok. Kontrak karet di Shanghai Futures Exchange bergerak turun setelah data menunjukkan penjualan mobil mengalami penurunan tercepat dalam hampir dua tahun terakhir. Pelemahan sektor otomotif berdampak langsung pada industri ban sebagai konsumen utama karet alam, sehingga memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan jangka pendek.
Di kawasan Asia Tenggara, harga karet jenis TSR20 di bursa Singapura juga mengalami koreksi. Kontrak SICOM TSR20 di Singapore Exchange tercatat melemah, sejalan dengan sentimen regional dan tipisnya volume perdagangan menjelang libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang menurun membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap perubahan kurs dan sentimen eksternal.
Secara fundamental, pasar turut mencermati penurunan produksi dari Malaysia yang pada 2025 tercatat turun 12,9% dibanding tahun sebelumnya. Namun dalam jangka pendek, faktor nilai tukar dan dinamika permintaan Tiongkok masih menjadi penggerak utama harga.
Pelaku pasar menilai, selama yen tetap kuat dan permintaan ban di Tiongkok belum menunjukkan pemulihan signifikan, harga karet Asia cenderung bergerak terbatas dengan bias melemah. Investor kini menunggu arah pergerakan mata uang, perkembangan pasca-libur, serta sinyal stabilisasi sektor otomotif untuk menentukan tren harga berikutnya.