Harga Karet SGX Tembus 200 Cent AS per Kg, Ini Faktor Pendorongnya
Medan, 25 Februari 2026 – Harga karet alam di bursa Singapore Exchange (SGX) untuk kontrak acuan TSR20 menembus level psikologis 200 cent AS per kilogram pada perdagangan Rabu (25/2). Hingga pukul 14.15 WIB, harga tercatat sebesar 201,8 cent AS per kilogram, menguat signifikan setelah dalam beberapa pekan terakhir bergerak di bawah level tersebut.
Pelaku pasar menyebutkan, kenaikan harga dipicu oleh kombinasi faktor pasokan yang ketat dan kembalinya aktivitas pembelian dari China setelah libur Tahun Baru Imlek. China merupakan konsumen karet alam terbesar dunia, terutama untuk industri ban, sehingga setiap peningkatan aktivitas industrinya langsung mempengaruhi harga global.
Selain itu, pasar saat ini juga memasuki periode produksi rendah di negara produsen utama Asia Tenggara, seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Secara musiman, produksi karet alam memang cenderung menurun pada Februari hingga Mei karena fenomena gugur daun yang mengurangi volume penyadapan. Kondisi ini menyebabkan pasokan fisik berkurang dan menopang harga di pasar berjangka.
Faktor lain yang turut mendorong kenaikan adalah menguatnya harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi membuat biaya produksi karet sintetis meningkat, sehingga sebagian industri beralih ke karet alam sebagai alternatif, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan.
Dari sisi eksternal, pelemahan sejumlah mata uang negara produsen terhadap dolar AS juga meningkatkan daya tarik pembelian oleh importir global. Di saat yang sama, pelaku pasar keuangan memanfaatkan momentum teknikal setelah harga menembus level psikologis 200 cent, sehingga memicu tambahan aksi beli.
Pelaku industri menilai, jika permintaan dari China tetap kuat dan pasokan masih terbatas, harga karet berpotensi bertahan di atas level tersebut dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas masih mungkin terjadi seiring perkembangan ekonomi global dan dinamika perdagangan internasional.
Bagi Indonesia, khususnya Sumatera Utara sebagai salah satu sentra produksi karet nasional, kenaikan harga ini menjadi sentimen positif karena berpotensi meningkatkan nilai ekspor dan pendapatan sektor perkebunan karet pada awal tahun ini.