Harga Karet Berfluktuasi, SICOM-TSR20 Pagi Ini Naik Tipis
Medan, 5 Maret 2026 — Pasar karet alam global dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas yang semakin meningkat, dengan harga mengalami koreksi setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam sekitar satu tahun pada akhir Februari lalu.
Di pasar domestik Tiongkok, harga latex pekat tercatat sekitar 16.850 yuan per ton, turun 200 yuan per ton dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga TSR20-Mixture Natural Rubber Thailand berada di kisaran 15.730 yuan per ton, atau melemah sekitar 220 yuan per ton secara harian.
Dari sisi pasokan bahan baku, aktivitas perdagangan di Thailand sempat terhenti karena hari libur nasional Makha Bucha Day pada 3 Maret, sehingga tidak terdapat referensi harga bahan baku pada hari tersebut. Selain itu, produksi di beberapa wilayah produsen juga sedang memasuki masa penghentian penyadapan musiman, termasuk di Yunnan (Tiongkok), Hainan, serta sejumlah wilayah Asia Tenggara.
Sementara itu, data persediaan menunjukkan adanya peningkatan stok. Hingga 1 Maret 2026, total persediaan karet alam di wilayah Qingdao, Tiongkok, baik di gudang berikat maupun perdagangan umum, tercatat sekitar 679.900 ton, meningkat 12.200 ton atau 1,82% dibandingkan periode sebelumnya.
Rinciannya, stok di gudang berikat mencapai 118.100 ton, naik 6,52%, sedangkan stok di perdagangan umum mencapai 561.800 ton, meningkat 0,89%. Namun demikian, tingkat aktivitas gudang menunjukkan perlambatan, dengan rasio pemasukan dan pengeluaran barang yang cenderung menurun, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar.
Di pasar berjangka internasional, harga karet sebelumnya sempat turun di bawah 200 sen AS per kilogram, mencapai level terendah dalam sekitar satu minggu. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya harga minyak dunia, yang membuat karet sintetis menjadi lebih kompetitif dibandingkan karet alam. Selain itu, permintaan dari salah satu pembeli utama dunia juga dilaporkan masih relatif lemah.
Namun demikian, pagi ini di bursa SGX-SICOM, harga karet menunjukkan pemulihan tipis. Untuk kontrak April, pada pukul 07.30 WIB terpantau berada di sekitar 197,7 sen AS/kg, atau naik sekitar 0,3 sen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan tipis pada awal perdagangan ini menunjukkan adanya upaya rebound setelah tekanan harga dalam beberapa sesi terakhir.
Secara fundamental, pasar karet masih mendapatkan dukungan dari faktor pasokan. Tanaman karet di sejumlah negara produsen utama Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam sedang memasuki periode wintering (gugur daun) yang biasanya membatasi produksi. Selain itu, ekspektasi peningkatan aktivitas industri global seiring potensi siklus penurunan suku bunga oleh sejumlah bank sentral dunia juga menjadi sentimen positif bagi permintaan karet alam.
Namun di sisi lain, peningkatan stok di Qingdao serta fluktuasi harga minyak dunia masih dapat memberikan tekanan terhadap harga dalam jangka pendek.
Secara teknikal, level 195 sen/kg saat ini dipandang sebagai area support jangka pendek, sementara area 200 sen/kg masih menjadi resistance psikologis yang cukup kuat bagi pasar.
Apabila sentimen pasokan tetap dominan dan pasar komoditas global stabil, harga karet berpotensi kembali menguji area 199–200 sen/kg menjelang penutupan perdagangan. Sebaliknya, jika tekanan dari pelemahan minyak dan sentimen permintaan berlanjut, harga masih berpotensi kembali bergerak di kisaran 195–196 sen/kg pada sesi penutupan.
Dengan demikian, pasar karet saat ini mengalami koreksi jangka pendek, namun fundamental pasar masih relatif mendukung harga dalam jangka menengah, terutama jika prospek permintaan industri tetap kuat dan pasokan dari negara produsen utama masih terbatas.