|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
News Icon

BERITA TERKINI

Harga Karet Global Menguat, Didukung Kenaikan Bahan Baku di Thailand

Harga Karet Global Menguat, Didukung Kenaikan Bahan Baku di Thailand

Medan, 13 Maret 2026 – Pergerakan harga karet alam di pasar global menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Kenaikan harga bahan baku di kawasan produksi utama Thailand serta stabilnya permintaan industri menjadi faktor yang mendukung sentimen positif pasar.

Di Thailand, yang merupakan salah satu produsen karet alam terbesar dunia, harga bahan baku dilaporkan meningkat pada 12 Maret. Harga karet smoked sheet (RSS) tercatat di level 73,60 baht per kilogram, naik 0,40 baht/kg. Sementara itu, harga lateks juga naik 0,40 baht/kg menjadi 70,60 baht/kg, sedangkan cup lump berada di 61,50 baht/kg, meningkat 0,10 baht/kg.

Kenaikan harga bahan baku tersebut dinilai mencerminkan pasokan yang relatif ketat di tingkat petani, sekaligus memberikan dukungan terhadap harga karet alam di pasar spot internasional. Thailand selama ini berperan penting dalam pembentukan harga global, sehingga setiap pergerakan di negara tersebut kerap memengaruhi sentimen pasar.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, harga karet di pasar berjangka juga menunjukkan pergerakan positif. Pada perdagangan pagi di bursa Singapura, kontrak SICOM-TSR20 April pada pukul 07.30 WIB tercatat di level 198,4 sen AS per kilogram, naik 0,3 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Dari sisi pasokan global, data perdagangan menunjukkan kecenderungan relatif stabil. Impor karet alam dan karet sintetis China pada Januari–Februari 2026 tercatat sekitar 1,404 juta ton, sedikit turun 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekspor karet dari Pantai Gading, salah satu produsen utama Afrika, juga turun tipis menjadi 321 ribu ton pada dua bulan pertama tahun ini.

Di pasar domestik China, harga beberapa jenis karet sintetis juga mengalami kenaikan. Produsen besar menaikkan harga butadiene rubber sekitar 500 yuan per ton, yang turut memberikan dukungan terhadap sentimen sektor karet secara keseluruhan.

Di sisi lain, dinamika geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang dipantau pelaku pasar. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya sempat memicu volatilitas harga minyak mentah yang berpengaruh pada rantai industri petrokimia dan karet sintetis. Namun setelah adanya pernyataan terbaru dari pemerintah AS yang mengisyaratkan potensi meredanya konflik, tekanan terhadap harga energi mulai berkurang.

Dengan kombinasi kenaikan harga bahan baku di Asia Tenggara dan dukungan dari sisi industri hilir, pasar menilai harga karet alam dalam jangka pendek masih berpotensi bergerak stabil hingga menguat, meski volatilitas tetap mungkin terjadi seiring perkembangan kondisi global.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI