|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
News Icon

BERITA TERKINI

Harga Karet TSR20 Fluktuatif, Sempat Sentuh 205,2 Sen/kg, Bagaimana Prospek 6 Bulan ke Depan?

Harga Karet TSR20 Fluktuatif, Sempat Sentuh 205,2 Sen/kg, Bagaimana Prospek 6 Bulan ke Depan?

Medan, 25 Maret 2026 – Pergerakan harga karet alam jenis TSR20 sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dinamika yang cukup tajam, dengan rentang harga dari 157,5 sen/kg hingga mencapai puncak 205,2 sen/kg.

Berdasarkan data perdagangan periode 24 Maret 2025 hingga 24 Maret 2026, harga TSR20 sempat mengalami tekanan signifikan pada kuartal kedua 2025. Dari level sekitar 198,8 sen/kg pada akhir Maret 2025, harga turun tajam hingga menyentuh titik terendah 157,5 sen/kg pada awal Juni 2025. Penurunan ini mencerminkan lemahnya permintaan global serta tekanan dari sisi pasokan.

Memasuki paruh kedua 2025, harga mulai menunjukkan pemulihan bertahap. Pada periode Juli hingga Oktober, harga bergerak relatif stabil di kisaran 165–175 sen/kg, menandai fase konsolidasi pasar. Tren penguatan berlanjut hingga akhir tahun, sebelum akhirnya memasuki reli yang lebih kuat pada awal 2026.

Puncak harga terjadi pada 25 Februari 2026 di level 205,2 sen/kg. Kenaikan ini didorong oleh membaiknya sentimen pasar global, termasuk peningkatan permintaan dari industri otomotif serta ekspektasi terhadap pasokan yang lebih ketat.

Namun demikian, memasuki Maret 2026, harga mengalami koreksi dan bergerak di kisaran 190–195 sen/kg. Koreksi ini dinilai sebagai penyesuaian wajar setelah kenaikan tajam sebelumnya. Secara keseluruhan, posisi harga saat ini masih berada di atas rata-rata tahunan, menunjukkan tren jangka menengah yang tetap positif.

Secara struktural, pergerakan harga TSR20 dalam satu tahun terakhir membentuk pola pemulihan yang kuat setelah tekanan di awal periode. Level 160–165 sen/kg menjadi area penopang utama, sementara kisaran 200 sen/kg menjadi batas psikologis yang masih diuji pasar.

Ke depan, prospek harga karet dalam jangka 3 hingga 6 bulan diperkirakan akan dipengaruhi oleh faktor musiman di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, negara-negara produsen utama seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam memasuki periode musim kemarau yang identik dengan fase gugur daun pada tanaman karet. Kondisi ini secara alami menyebabkan penurunan produksi lateks.

Dengan berkurangnya pasokan dari sisi hulu, tekanan terhadap suplai diperkirakan akan menopang harga di pasar global. Dalam jangka pendek, periode April hingga Juni 2026, harga diproyeksikan bergerak dalam kisaran 185–200 sen/kg dengan kecenderungan stabil hingga menguat terbatas.

Sementara itu, untuk horizon hingga enam bulan ke depan, yakni hingga September 2026, harga berpotensi menguat moderat di kisaran 190–210 sen/kg. Potensi penguatan ini akan semakin terbuka apabila penurunan produksi akibat musim gugur daun berlangsung signifikan dan permintaan global tetap terjaga.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, khususnya di China dan Amerika Serikat, pergerakan harga minyak, serta dinamika nilai tukar yang turut memengaruhi daya beli industri.

Dengan kombinasi faktor fundamental dan musiman, pasar karet alam saat ini berada dalam fase konsolidasi yang cenderung menguat, dengan peluang untuk kembali menguji level 200 sen/kg dalam beberapa bulan ke depan.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI